Senin, 21 Juli 2008

Aha Eureka! Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir di Palestina (13)

Bab XIV: Sejarah Talmud dan Kaitannya dengan Zionisme (bag.5)

Penerapan riba merupakan inovasi terbesar oleh Yahudi yang bertahan ratusan tahun dan riba pula menjadi malapetaka umat manusia saat ini. Kita tidak boleh lupa bagaimana hancurnya ekonomi Indonesia karena sistem bank ala riba ini pada tahun 1998.

Kekuatan ekonomi negara-negara maju saat ini sangat bergantung pada sistem perbankan riba ini, dan dibalik itu semua adalah Yahudi pengagas utama pencipta “pelegalan riba” sebagai pusat ekonomi dunia.

Sistem riba yang telah diterapkan oleh Yahudi ketika Islam belum datang di kota Madinah menjadi tidak berkutik ketika Nabi Muhammad menerapkan sistem peminjaman dan pereonomian yang sangat bertolak belakang dengan sistem riba. Akibatnya adalah sistem pasar umat Islam lebih berkembang daripada sistem pasar Yahudi yang lebih bersifat monopoli dan kapitalis.

Konsep kapitalis ini sebenarnya sudah ada di zaman Nabi Muhammad namun saat itu ini belum berwujud teori dalam sebuah ilmu pembelajaran ekonomi. Walau demikian, Yahudi telah menerapkannya untuk mencari untung (kata lain dari penambahan modal) secara tidak adil.


Ilustrasi sistem kapitalis

Dan Nabi Muhammad ketika berada di Madinah beliau tidak hanya membangun masjid sebagai sentral dakwah Islam, tetapi juga membuat sistem perekonomian umat dengan membangun pasar untuk umat Islam. Yahudi melihat sistem pasar ini jelas jengkel dan kesal, tetapi di hadapan Nabi mereka bermuka manis. Mengapa demikian?

Mereka jengkel dan kesal (dan ini bagian dari akumulasi kejengkelan mereka terhadap Nabi dan umatnya hingga mereka berontak dari piagam Madinah), karena sistem yang mereka bangun selama ini diacak-acak oleh Nabi tetapi di sati sisi mereka tidak berani beradu argumentasi dengan Nabi karena Nabi, melalui ilmu dari Allah, mengetahui isi kitab mereka yang melarang riba dan juga di satu sisi bertentangan dengan syariat riba ini.

Berikut penulis sajikan kepada Anda ayat-ayat yang ada di Taurat berkaitan dengan riba:
Keluaran 22: 25
“Jikalau kamu memberi pinjaman uang kepada umatku, yaitu kepada orang miskin yang ada di antara kamu, maka janga kamu mejadi baginya sebagai penagih hutang yang keras dan jangan ambil bunga daripadanya.”
Imamat Orang Lewi 35-37
“Maka jikalau saudaramu telah menjadi miskin dan tanganya gemetar sertamu, maka hendaklah engkau memegang akan dia, jikalau ia orang dagang atau orang menumpang sekalipun supaya iapun boleh hidup sertamu”
“Maka jangalah kamu mengambil daripadanya bunga atau laba yang terlalu, melainkan takutlah kamu akan Allahmu, supaya saudaramu boleh hidup sertamu.”
“Jangan kamu memberikan uangmu kepadanya dengan makan bunga dan makananmu pun janagan engkau berikan kepadanya dengan mengambil untung.”

Demikianlah, kemudian mengapa Yahudi melanggar akan syariat riba ini yang ditetapkan kepaa mereka melalui Nabi Musa?

Adalah ayat yang membolehkan riba ini, tetapi ayat ini bercirikan rasialis yang mana orang Yahudi boleh menerapkan riba kepada orang non-Yahudi. Ayat ini benar-benar “berhawa” Talmud dan ayat ini boleh dicurigai sebagai inovasi rabi Ezra ketika menulis Taurat. Berikut ayat yang dimaksud.

Ulangan Fasal 23 ayat 20:
“Maka daripada orang lain bangsa boleh kamu mengambil bunga, tetapi dari saudaramu tidak boleh kamu mengambil dia, supaya diberkati Tuhan Allahmu akan kamu dalam segala perkara pegangan tanganmu dalam negeri, yang kamu tuju sekarang hendak mengambil dia akan bahagianmu pusaka.”

Ayat inilah menjadi senjata pamungkas mereka dalam menerapkan riba kepada non Yahudi. Dan dibalik ini ada semangat zionisme yang kini diterapkan dalam sistem perbankan dunia, tidak terkecuali di negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, Indonesia.

Meski di Indonesia telah ada bank syariah dengan semangat menghilangkan praktik simpan-pinjam ala riba tetapi sejatinya sistem perbankan ini belumlah murni lepas dari jeratan perbankan dunia ala Yahudi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan sistem peredaran uang masih dalam bentuk bank note yang merupakan inovasi terbesar ala Yahudi dalam pertukaran di dunia jual-beli. Dan uang bank note ini masih tetap dikontrol oleh Yahudi baik dalam bentuk Dollar, Euro maupun Pondsterling.

Berbeda dengan zaman Nabi, yang mana Yahudi tidak berkutik dengan sisitem riba karena pada saat itu belum ada uang dalam bentuk bank note melainkan dalam bentuk emas dan perak atau dinar dan dirham.

Dan sejatinya inilah alat pertukaran jual-beli yang benar dan bukan dalam bentuk bank note yang dicetak dengan sangat murah dari segi ongkos percetakannya di Amerika dalam bentuk dollar tetapi menjadi sebuah kertas yang bernilai berlipat-lipat bagi mata uang lain, termasuk rupiah, meski ongkos percetakan antara dollar dan rupiah tidak jauh beda. Sebuah sistem jual-beli yang tidak adil dan dalam jual-beli dengan sistem yang tidak adil atau berimbang ini juga disebut dengan riba.


Uang Dollar yang dicetak dengan ongkos murah menjadi bernilai berlipat-lipat bagi Rupiah

Berbeda dengan penggunaan emas dan perak yang mana nilai jual-belinya tetap sama di belahan dunia manapun. Akan tetapi ini jelas-jelas dihindari oleh Yahudi. Sebagai alasan bahwa sistem jual-beli dan pasar tetap berbasis emas dan perak maka mereka membuat peraturan bahwa bank tetap membuat bank note dengan menyesuaikan simpanan cadangan emas dan peraknya.

Maka tidaklah mengherankan jika negara besar seperti Amerika yang sistem ekonominya ala riba Yahudi ini rakus akan tambang emas dan perak sebagai penguat di balik peredaran bank note mereka yang sejatinya tidak ada artinya sama sekali bagi orang lain. Hal ini disebabkan mereka menguasai emas dan perak sementara orang lain diberi kertas ala cetakan modern tetapi jauh nilainya dari nilai emas dan perak.

Dan janganlah Anda heran jika Amerika begitu ngotot untuk tetap menguasai Freeport sebagai lahan harta karun mereka untuk menguasai jaringan sistem ala riba ini.

Dengan sistem ekonomi ala riba ini maka tidaklah mengherankan jika begitu banyak pelaku ekonomi yang sukses secara luar biasa dengan total kekayaan yang mengagumkan. Banyak orang-orang kaya keturunan Yahudi dalam daftar orang kaya di dunia dan juga banyak yang sukses dengan bisnisnya yang sebagian besar produknya beredar luas di Indonesia.

Penguasaan emas dan perak ini, baik masih berupa tambang maupun yang sudah jadi dan disimpan secara rahasia dan rapi di bank, merupakan salah satu dari protokol zinonisme yang legendaris itu dan merupakan kekuatan mereka dalam penguasaan ekonomi dunia.

Anda tidak percaya? Silakan tetapi yang jelas bahwa bangsa Indonesia terpuruk perekonomiannya ini tidak terlepas dari sistem riba ini dan kerakusan pemain ekonominya dalam mencari untung (baca: riba) dalam perekonomian ala kapitalis.

Dan protokol mana yang menyebutkan hal ini? Tampaknya Anda harus menunggu terbitan artikel menarik ini selanjutnya. Selamat ber-aha eureka!

Senin, 14 Juli 2008

Aha Eureka! Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir di Palestina (12)

Bab XIII: Sejarah Talmud dan Kaitannya dengan Zionis (bag. 4)

Zionism adalah akidah dan manhaj Yahudi yang tertera secara global di dalam kitab Perjanjian Lama dan secara rinci di Talmud. Akidah dan manhaj zionism ini – yang berdiri atas keyakinan bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang paling utama di dunia – mereka dasarkan kepada sebuah perintah Tuhan kepada Nabi Ibrahim as untuk meninggalkan negeri asalnya yang terletak antara dua sungai menuju negeri Kan’an untuk menetap di sana. Ini – menurut keyakinan mereka yang dipelopori oleh Rabi Ezra – adah sebuah janji Tuhan kepada Bani Israel bahwa Kan’an (atau Palestina saat ini) adalah milik mereka, dan bukan milik bangsa lain meski nama Palestina saat ini adalah diambil dari bangsa Philistine yang mendiami tanah Kan’an sebelum Bani Israel.

Nama gerakan ini diambil dari sebuah bukit Sion (baca juga artikel penulis akan kaitannya ini dengan tokoh fiktif Superman di blog ini). Filsafat Zionism memandang bahwa orang Yahudi tidak akan mungkin menemukan jati dirinya kecuali di negeri Isarel, dan bahwa Allah tidak akan mungkin disembah kecuali di negeri Israel.
Zionisme – yang mulai diletupkan oleh Rabi Ezra yang melihat Bani Israel terceai-berai setelah hancur oleh bangsa Babilonia dan mendapat izin dari kerajaan Persia, adalah filsafat pengembalian bangsa Yahudi ke tanah Palestina untuk mendirikan kerajaan Israel Raya.

Bangunan filsafat Zionism berdiri atas pemikiran fanatisme terhadap ras Yahudi dan atas tafsiran pembangkangan Yahudi, yaitu tidak taat kepada Yahweh (Nama Tuhan agama Yahudi) dengan cara mengkhianati bangsa atau ras Yahudi dan berbaur dengan bangsa Goyim (nama panggilan orang non-Yahudi oleh Yahudi), lalu memakai adat istiadat mereka.

Bangunan filsafat Zionism juga berdiri atas pemikiran tentang adanya suatu kelompok Yahudi yang tidak berdosa, tidak mengkhianati ras Yahudi, dan hanya memperhatikan kepentingan Yahudi, lalu Yahweh akan mengirim seorang penyelamat (messias) atau orang yang mendapat petunjuk (al mahdi) pada mereka untuk mengembalikan kerajaan Israel Raya. Sang penyelamat ini akan kembali membangun sebuah kerajaan teladan yang wajib direalisasikan agar keadilan dunia merata, lalu Yahweh akan ridha pada mereka sehingga bumi akan mengeluarkan susu dan madunya.

Zionism tidak hanya terbangun dari penafsiran salah akan Taurat (Taurat yang dimaksud ini adalah “karya” dari rabi Ezra dan Nehemia), ideologi ini juga terinspirasi lebih nyata dalam Talmud. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Ketika Rabi Ezra dan Nehemia mulai menyusun Taurat mereka juga mulai menyampaikan “Taurat Lisan” kepada Bani Israel dan menyebutkan bahwa inilah saat kebangkitan kembali kejayaan Bani Israel dengan satu nama agama baru dan ras baru: Yahudi.

Untuk menyebutkannya secara terang-terangan di Taurat adalah tidak mungkin, maka para rabi menyatakan bangunan ideologi tersebut dalam “Taurat Lisan” atau Talmud.
Meski ideologi Zionism belum memiliki nama ini pada zaman tersebut, namun cikal-bakal gerakan ini mulai bangkit perlahan-perlahan di zaman penjajahan bangsa Romawi. Di zaman inilah awal gerakan zionism yang masih prematur dan belum mengakar.
Seperti yang penulis sampaikan pada artikel sebelumnya, ideologi ini lahir dari keprihatinan para rabi (Ezra dan Nehemia) yang melihat Bani Israel terjajah tidak ada habisnya dan mereka berada di negeri Babilonia di bawah kekuasaan bangsa Persia.

Jauh dari tanah Palestina, mendapatkan pengaruh paganisme, tercerai-berai baik ikatan keluarga maupun religius dan tidak memiliki tokoh pemersatu membuat semua ini sebagai inspirasi bagi para rabi untuk menyatukan mereka seperti zaman Nabi Daud. Beliau adalah satu-satunya tokoh pemersatu sekaligus pembawa kejayaan Bani Israel di tanah Palestina. Dan para rabi mengambil alih ketokohan Nabi Daud-yang tidak hanya seorang Nabi tapi sekaligus seorang pemimpin dan raja, dalam struktur bangsa Yahudi: pemimpin spiritual sekaligus pemimpin umat dalam politik.

Oleh karenanya, dalam Talmud begitu besar kekuasaan para rabi ini. Dan rabi melihat ini sebagai peluang untuk mencapai “angan-angan di siang bolong” bahwa Yahudi harus menjadi pemimpin dunia. Sebuah mimpi yang terbangun dari lintas zaman penjajahan dari bangsa-bangsa lain.
Sebagai gambaran utuh berikut penulis sajikan kepada Anda runtutan zaman penjajahan yang diderita oleh Bani Israel dan Yahudi secara beruntun:
1. Kerajaan Babilonia (586-538 sM)
2. Kerajaan Persia (538-330 sM)
3. Kerajaan Yunani (330-323 sM)
4. Kerajaan Yunani dinasti Ptolemaik (323-200 sM)
5. Kerajaan Yunani dinasti Seleucid (200-167 sM)
6. Kerajaan Yunani dinasti Maccabee (167-63 SM)
7. Imperium Romawi (63 sM-638 M)
Seiring berjalanya waktu, keberadaan rabi yang menyampaikan Talmud semakin beragam, seiring itu pula terjadi pertentangan dan timbul sekte-sekte. Dan kepemimpinan rabi pun semakin tidak memiliki kewibawaan.

Untuk menyelesaikan masalah penting ini yaitu kekosongan kepemimpinan, maka dihembuskan oleh para rabi akan ide Raja keturunan Nabi Daud yang disebut Al Masih al Muntadhor, Al Masih yang Ditunggu-tungguh.

Mahdisme atau mesianisme adalah falsafah atau akidah kaum Yahudi. Mereka berpendapat bahwa al Masih adalh juru selamat yang akan membebaskan kaum Yahudi dari perbudakan dan penganiayaan bangsa-bangsa lain. Kehadiran al Masih ini akan membawa mereka kepada keadilan dan kedamaian, dan bumi akan menjadi subur.
Konsep al Masih yang merupakan keturunan dari Nabi Daud inilah yang membuat para rabi untuk mmebuat konsep kerja yang lebih nyata tapi dibungkus dalam kesucian, maka lahirlah kitab Talmud tersebut.

Adapun dalam praktik langsung di lapangan dalam bentuk non-religius maka lahirlah konsep politik jahat Zionis dalam kerangka kerja yang terkenal :The Protocol of Learned Elders of Zion.

Protokol ini yang sudah masyur dan terkuak oleh sejarah inilah kerangka kerja Zionis di dunia saat ini. Dan protokol inilah diterjemahkan secara sempurna oleh Yahudi di Amerika Serikat dalam politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan seluruh elemen kehidupan.

Sebelum penulis sajikan kepada Anda isi keseluruhan dari protokol tersebut, ada baiknya penulis sajikan kepada Anda terlebih dahulu isi kitab Talmud yang menjadi inspirasi isi dari protokol tersebut.

Berikut beberapa kutipan yang penulis sajikan kepada Anda (jika Anda ingin mengecek secara langsung isi Talmud dalam versi bahasa Inggris silakan buka situs www.sacred-text.com):

Sanhedrin, hal 2 no 58:
Bani Israel lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada malaikat. Jika seorang Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan. Kaum Yahudi adalah bagian dari Allah, seperti seorang anak merupakan bagian dari bapaknya. Oleh karena itu, apabila seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi maka orang itu harus dihukum mati.

Bayamut, no 6:
Kaum Yahudi akan menjadi bernajis apabila ia menyentuh kuburan orang-orang non-Yahudi karena mereka itu adalah binatang,bukan manusia.
(dalam kitab Bibel, Keluaran pasal 12 ayat 16:Hari-hari raya yang suci bukanlah dijadikan untuk orang-orang asing dan bukan pula untuk anjing-anjing)

Sanhendrin (74b) Tosepoth:
Hubungan seksual orang Goim adalah seperti hubungan seksual binatang.

Orang Goim adalah istilah dalam agama Yahudi untuk panggilan orang-orang non-Yahudi, baik itu secara ras maupun agama. Pada awalnya, istilah Goim ini dinisbahkan kepada orang-orang Nashrani, namun seiring waktu Nabi Muhammad menyebarkan Islam dan mulai menguak kebohongan dan kejahatan mereka, maka istilah Goim ini semakin melebar tidak hanya untuk kaum Kristiani tetapi juga untuk orang Islam dan secara umum non-Yahudi. Dalam istilah Yahudi Madinah, istilah Goim ini mereka ganti dengan istilah ummi, yaitu orang yang buta huruf dan tidak memiliki kitab petunjuk. Sebagaimana yang Allah rekam kalimat mereka ini dalam ayat ke- 75 surta Ali Imran berikut ini:
“Hal demikian karena mereka mengatakan bahwa tidak ada dosa atas kami terhadap orang-orang ummi.”

Abhodah Zorah (22b):
Mengapa orang Goim itu najis? Karena tidak berada pada Gunung Sinai. Karena ketika ular memasuki Siti Hawa, ia menuangkan najis. Akan tetapi, orang-orang Yahudi sudah bersuci darinya ketika mereka berdiri di atas gunung Sinai, sedangkan orang Goim tidak demikian pada waktu itu di atas gunung Sinai, maka mereka tidak menjadi suci.

Masih banyak lagi isi dari Talmud yang begitu rasialis dan provokatif untuk mencela dan menghina orang non-Yahudi. Belum lagi pemutar-balikan hukum riba yang merupakan salah satu hukum dari Ten Commandments ini dirubah oleh mereka dalam Talmud hingga kini riba menjelma secara sistematis dalam perekonomian dunia dalam jubah perbankan dan kapitalisme.

Selanjutnya penulis akan sajikan kepada Anda pemutar-balikan hukum riba dan penguasaan mereka akan sistem keuangan dan isi dari protokol Zionism yang saling berkaitan dengan hal ini pada edisi artikel selanjutnya. Selamat menungguh dan selamat ber-aha eureka!

Jumat, 11 Juli 2008

Aha Eureka! Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir di Palestina (11)

Bab XII: Sejaran Talmud dan Kaitannya Dengan Zionis (bag.3)

Selain Taurat dan Talmud ada juga kitab lain yang sama pentingnya bagi Yahudi yaitu Zohar. Menurut para rabi Yahudi, kitab ini merupakan Mishnah ketika Nabi Musa berada di gunung Sinai. Beliau tidak mendiktekannya kepada Joshua (Jusa’ bin Nuh) atau kepada tetua Bani Israel tetapi kepada Nabi Harun secara langsung. Lalu Nabi Harun mendiketekannya kepada Eliyazar sehingga ajaran-ajaran lisan ini dikitabkan dan dinamakan Zohar yang berarti Cahaya. Kitab in menjelaskan dan komentar terhadap Taurat.

Di samping itu ada lagi empat kecil lainnya yang sebelumnya tidak termuat dalam kitab Talmud, tapi para rabi era terakhir menggabungkannya ke dalam Talmud. Empat kitab tersebut adalah:
a. Masikhith Sufisrim, tentang para penulis.
b. Ibihil Rabiti, tentang hukum pandai besi.
c. KalAllah, tentang pesta (perayaan) dan hukum-hukumnya.
d. Masikhith Dirikh Iritis, yang artinya Petunjuk Hidup, dan kitab ini terbagi lagi menjadi:
1. Rabbah,bagian utama
2. Zuta, bagian tengah.
Seperti yang penulis sampaikan kepada Anda bahwa begitu banyak rabi yang mengarang kitab Talmud dan ini mengakibatkan begitu banyak kitab yang disebut sebagai Talmud dan masing-masing memiliki perang penting bagi Yahudi. Di antara kitab-kitab tersebuat adalah:
 Biar, berisi tentang pemberitahuan, penjelasan, dan komentar di atas komentar.
 Halakhoth, karya Hil Khoth yang berarti hukum-hukum dan usulan-usulan. Kitab ini ditulis oleh beberapa rabi yaitu: Musa ben Maimon (Maimonides), Beshai, Edels, Moses of Kotzen, Kimchi, dan lainnya. Pada sebagian besar masalah, kitab ini mengutip dari kitab Maimonides, Hilkoth Akum yaitu makalah berisi berbagai pendapat tentang bintang, palnet, dan derajat bangsa-bangsa. Dan ada juga risalah lainnya bernama Hilkhoth Maakhaloth Asavoroth, yaitu makalah tentang makanan haram
 Iuchasin atau juga disebut Sepher Iu Chasin yaitu makalah tentang keturunan. Membahas tentang sejarah bangsa Yahudi yang suci sejak permulaan dunia sampai tahun 1500 M. Kitab ini diterbitkan di Karaku pada tahun 1580 M.
 Jalkut sebuah komentar biasa dari berbagai kitab masa lalu disusun oleh Shimeon of Frankfurt. Kandungan kitab ini tidak ada yang bersifat leterlek tapi hanya bersifat kiasan
 Ked Hakkemach, kitab ini mengandung tentang tempat-tempat dan kondisi alam lahut sesuai dengan susunan abjad. Penyusunnya adalah Rabi Bishai.
 Maagen Abraham, penyusunnya adalah Barizula.
 Mizbeach Hazzahabh yang berarti “Penyembelihan Emas”. Penyusunnya adalah Rabi Shilimon ben Rabi Mordecai. Kitab ini dicetak di Basel pada tahun 1602 M.
 Machzor, tentang berbagai shalat pada hari hari perayaan besar.
 Menorath Hammaor yang berarti tatakan cahaya lilin. Kitab yang ditulis berdasarkan Talmud ini memuat komentar-komentar majazi dan sejarah terhadap keseluruhan Talmud. Penyusunnya adalah Rabi Ishaq Ayuhab dan dicetak pada tahun 1544 M.
 Maine Haieshuah yang berarti sumber-sumber mata air yang setia. Kitab yang disusun oleh Rabi Ishaq Abribanil dan dicetak pada tahun 1551 M. Kitab ini berisi komentar-komentar menarik tentang kitab Daniel, seorang Nabi bagi Bani Israel. Padanya juga terdapat perdebatan-perdebatan sengit melawan kaum Nashrani.
 Mikra Gedolah yang berarti Pertemuan Besar. Sebuah kitab suci berbahasa Ibrani disertai dengan komentar-komentar Rabi Solomon Iarachi dan Rabi Ezra.
 Maschima Iesshuah yang berarti kabar gembira untuk selamat dari dosa. Mengandung berbagai keterangan tentang semua nabi. Juga berisitentang masalah selamat dari dosa pada masa depan. Penyusunnya adalah Rabi Abarbaniel.
 Nizzachoni yang berarti kemenangan. Kitab ini mendebat kaum Kristiani dan empat Injil pertama dari kitab Perjanjian Baru yang berbicara tentang kehidupan, kematian, dan kebangkitan Isa Al Masih. Penyusunnya adalah Rabi Libman dan dicetak pada tahun 1559 M.
 Sepher Ikkari, berisi berbagai akidah dasar atau tentang butir-butir iman. Kitab ini mengandung serangan fanatis sekali terhadap agama Kristen.
 En Israel, sebuah kitab terkenal yang terdiri dari dua juz. Juz kedua bernama Beth Jacob (keluarga Ya’qub) dan berisi tentang sebagian besar kisah Talmud yang menyenangkan. Dicetak di Venesia pada tahun 1547 M.
 Scaare Ohar yang berarti limpahan embun. Sebuah kitab terkenal yang dianggap sebagai kunci membuka kitab Zohar dan kitab-kitb serupa. Penyusunnya adalah Rabi Shiphitil Horoyits.
 Toldoth Ieschu yang berarti keturunan Yesus. Kitab ini merupakan risalah kecil namun penuh dengan makian dan kutukan, berbagai dusta dan perselisihan tentang kisah Isa Al Masih.

Demikianlah begitu banyaknya kitab Talmud beserta versinya. Melihat hal ini maka tidaklah mengherankan jika ini menimbulkan permasalahan besar yaitu timbulnya sekte-sekte antara yang menerima Talmud dan yang menolaknya.
Dalam sejarah Yahudi ada tiga sekte utama yang mulai timbul semenjak Rabi Ezra memulai penulisan Taurat dan juga mengajarkan “Taurat Lisan” atau Talmud. Rabi Ezra yang paling bertanggung jawab akan rusaknya agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Musa.

Nabi Ibrahim, Nabi Musa hingga Nabi Muhammad adalah satu akidah dan satu agama yaitu agama Islam karena inti dari agama ini adalah Tiada Tuhan selain Allah. Dan ketika akidah yang telah dibawa oleh Nabi Musa ini dirusak dari dalam oleh Rabi Ezra dengan menyebutkan agama ini menjadi agama Yahudi dengan berpegangan pada Taurat karya kodifikasinya dan Talmud dalam bentuk dakwah secara lisan maka agama Islam pecah pertama kali menjadi sekte adalah buah tangan dari para rabi.

Dalam Al Qur’an, Allah menyebut kaum Nabi Musa ini dengan tiga nama yaitu: Bani Israel, Yahudi dan Ahlul Kitab. Masing-masing penyebutan ini dalam Al Qur’an memiliki konteks tersendiri.

Jika Allah menyebut Bani Israel adalah ketika mereka semua masih dalam satu akidah, agama Islam yang belum pecah menjadi firqah atau golongan baru meski panggilan ini selalu diikuti oleh kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka agar mereka bersyukur. Dan penyebutan ini melingkupi semua anak keturunan dari Nabi Ya’qub tidak peduli mereka beriman atau tidak. Hanya saja penyebutan ini mengingatkan kepada mereka akan begitu legendarisnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka agar mereka tetap ingat pada satu jalan: Islam.
Adapun penyebutan Yahudi ini sebagai penyebutan mereka yang telah keluar dari agama Islam yang mereka sendiri tahu betul bahwa misi Nabi Musa hanyalah ini sebagai mana tersebutkan dalam Ten Commandments ayat pertama.

Dan ketika mereka patuh pada rabi yang telah membuat kitab suci yang sejatinya bukan dari Allah dan tidak mengikuti ajaran murni Nabi Musa maka mereka sendiri disebut beryahudi bukan berislam lagi. Hal ini pantas dilabelkan kepada mereka sebab Islam hanya pantas bagi yang memegang teguh ajaran utama: Tiada Tuhan selain Allah. Dan doktrin ini di antaranya adalah tidak menyembah selain kepada Allah semata. Dan sebagian Bani Israel menyembah kepada para rabinya yang telah nyata-nyata membuat-buat kitab suci. Inilah yang sempat ditanyakan oleh para sahabat bagaimana Bani Israel menyembah kepada para rabi mereka. Jawaban Rasul adalah karena mereka tahu kalau rabi tersebut mengarang kitab dan dikatakan kitab dari Allah dan juga mereka tahu kalau para rabi berbuat dosa tetapi mereka diam saja dan bahkan patuh begitu saja. Sebagai bahan pengingat Anda bacalah ayat Al Qur’an di At Taubah ayat 31:
“Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nashrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Maha Esa; Tidak ada tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.”
Di ayat ke-34 surat yang sama (dan juga bacalah artikel sebelum ini akan isi Talmud tentang pemberian harta wajib kepada rabi):
“Wahai orang-orang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahib (Nashrani) mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.”
Dan tentang Taurat serta Talmud yang dikarang oleh para rabi, Allah menyatakannya dalam Al Qur’an di surat Al Baqarah ayat ke-78 dan-79:

“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami kitab (Taurat) kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.”
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata;”Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.”


Agama Yahudi adalah “agama” yang pertama kali menyimpang dari Islam dan inilah sebuah kerusakan besar dari buah tangan Bani Israel. Selain membunuh para nabi merupakan kerusakan yang mereka timbulkan karena para nabi mengajak mereka ke jalan Islam bukan agama Yahudi, Bani Israel juga adalah pelopor pembuat sempalan-sempalan dalam agama Islam.

Mereka tidak hanya membuat agama baru yaitu Yahudi tetapi dari agama baru ini pula timbul sekte-sekte baru lagi yang semuanya jauh dari apa yang disampaikan oleh Nabi Musa.
Sekte-sekte yang ada dalam agama Yahudi ada 8, tetapi tidak semua Bani Israel mengikuti agama Yahudi ini yang berlandaskan fatwa sesat rabi yang dimulai dari rabi Ezra.

Dari golongan yang tetap mengikuti ajaran murni Nabi Musa ini disebut Essene atau Al Qurraiyin atau Qumrn. Golongan inilah yang berpegang teguh pada kemurnian Taurat hingga datang Nabi Isa dan mereka menjadi pengikut setia beliau.

Adapun sekte yang terkenal adalah Phareesis (al Farisiyyun) dan Sadduccees (as Shadduqiyyun). Sekte Phareesis adalah sekte yang menerima Talmud sebagai kitab suci di samping Taurat. Untuk menjamin kesucian Talmud ini mereka menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan para rabi. Sedangkan Sadduccees tidak percaya kepada Talmud. Sekte ini mengingkari adanya hari kiamat, penghisaban dan hari akhri, baik surga dan neraka. Sekte ini tidak condong pada gerakan-gerakan revolusi atau garis keras, tetapi lebih condong untuk taat pada hukum yang berlaku selama agama Yahudi itu dihormati. Nabi Isa as memiliki hubungan yang baik dengan mereka, sebab beliau menyerang sekte Pharissee yang mana sekte ini menerima kekuasaan Kaisar Romawi. Namun, sikan sekete Sadducce yang ingkar hari akhir menjadi sebab perpecahan di antara mereka dan akhirnya ada di antara mereka yang menentang keras dakwah Nabi Isa.

Bagaiaman selanjutnya sejarah Talmud ini dengan Zinois? Silakan tunggu artikel selanjutnya