Senin, 07 Juli 2008

Aha Eureka! Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir di Palestina (9)

Bab X: Sejarah Talmud dan Kaitannya dengan Zionisme.

Seperti yang penulis sampaikan pada bab sebelumnya bahwa Yahudi tidak hanya memiliki kitab ajaran tertulis yang ditelah dikodifikasi ulang oleh Ezra dan Nehemia, tetapi mereka juga memiliki kita “Taurat Lisan” yaitu Talmud.
Talmud terdiri dari dua bagian utama yaitu Mishnah dan Gemara meski masih ada lagi lampiran-lampiran dan tafsiran-tafsiran lain di luar dua bagian utama tersebut. Mengapa terjadi demikian? Hal ini disebabkan ada beberapa rabi yang mengklaim apa yang ia sampaikan juga merupakan “Taurat Lisan” Nabi Musa. Tidaklah mengherankan sebab sejarah awal Talmud ini berasal dari inspirasi manusia yang mana manusi sejatinya memiliki motif masing-masing. Ezra dan Nehemia, dua rabi pengkodifikasi Taurat awal memiliki motifasi untuk menyatukan bangsa Yahudi yang telah terpencar-pencar dan memiliki kepercayaan ala Babilonia dan Persia. Tentu saja langkah kedua rabi tersebut yang memiliki “Taurat Lisan” ini diikuti oleh rabi lain dengan pengklaiman yang sama: mendapat inspirasi dari Tuhan untuk menyampaikan “Taurat Lisan”.
Dengan demikian, Talmud memiliki isi yang beragam dan satu sama lain isinya ada yang berbeda. Dalam sejarahnya pula, agama Yahudi memiliki dua aliran kitab Talmud: versi Babilonia dan versi Palestina. Dalam versi Babilonia, Mishnah dibagi menjadi Sura, Pumbaditha, dan Neherdea dan dalam versi Palestina Mishnah dibagi menjadi Tiberias, Jamina dan Lydia.
Mishnah adalah bagian pertama dan yang paling utama dari isi Talmud. Mishnah ditulis dalam bahasa Ibrani baru (new Hebrew) yang telah terpengaruh oleh bahasa Yunani, Latin dan Persia. Tiga bangsa dari tiga bahasa tadi ini memang pernah menjajah bangsa Yahudi cukup lama.
Mishnah terdiri dari enam bagian yaitu:
1. Zeraim. Bagian ini terdiri dari 11 risalah. Kesebelas risalah itu adalah:
a. Berakhoth, tentang pemberian berkah dan doa-doa juga membahas tentang aturan upacara keagamaan.
b. Peah, tentang masalah tanah perkebunan dan hasilnya.
c. Demai, tentang masalah subhat.
d. Kilaim, tentang masalah percampuran
e. Schebiith, tentang hukum berkaitan hari Sabtu.
f. Terumoth, tentang masalh persembahan, kurban, dan apa saja yang dapat diersembahkan kepada rabi.
g. Maaseroth, tentang pajak sepersepuluh persen dari harta yang dimiliki yang wajib diserahkan kepada anggota keluarga Lewi (:kabilah Ibrani).
h. Maaser Schemi, tentang pajak juga.
i. Chaalah, tentang keju dan bagian-bagiannya yang wajib diberikan kepada para rabi.
j. Orlah, tentang kaum yang tidak dikhitan (kaum paganis atau non-Yahudi)
k. Bikhurim, tentang buah tanaman pertama yang wajib diserahkan kepada para rabi.
Dari risalah Zeraim ini dapat Anda bayangkan bagaimana powerful-nya para rabi. Memang semenjak awal penyusunan Taurat, para rabi mengambil alih kekosongan figur yang dapat mempersatukan Yahudi setelah dihancur-leburkan oleh Nebukhanedzar. Tidak ada tokoh yang disegani dan dihormati inilah para rabi menyusun Taurat dan membuat “Taurat Lisan” atau Talmud sebagai kekuatan religius meski Talmud sejatinya bukan risalah Nabi Musa yang diturunkan oleh Allah kepada beliau. Talmud hanyalah akal-akalan rabi untuk menjadi pemimpin atau tokoh yang dihormati.
Selanjutnya bagian kedua dari Mishnah adalah
2. Moed. Moed berisikan tentang puasa dan hari-hari besar. Bagian ini terdiri dari 12 risalah yaitu
a. Scabbath, tentang berbagai perbuatan yang diharamkan pada hari Sabtu.
b. Erubhin, tentang segala perintah dan larangan tentang makanan pada malam Sabtu.
c. Pesachim, tentang hari raya Paskah Yahudi.
d. Schekalim, tentang besar, panjang dan sifat-sifat bendul.
e. Ioma, tentang berhubungan dengan “Hari Kaffarat” (Hari Penebusan Dosa) dan berbagai kewajiban yang harus dilakukan.
f. Sukkah, tentang kemah yang dipakai oelh kaum Yahudi sebagaii Candi Berpindah (Tabernacle) setelah runtuhnya Haikal Sulaiman. Risalah ini juga membahas hukum-hukum yag berhubungan dengan upacara keagamaan di kemah atau candi.
g. Betsah, membahas perbuatan yang haram dan yang mubah yang dilakukan pada setiap hari-hari besar.
h. Rosh Haschanah, tentang tahun baru Ibrani atau upacara yang dilakukan pada tahun baru.
i. Taanith, tentang puasa dan segala permasalahanannya.
j. Megillah, tentang pembacaan buku Ester dan hal-hal yang berhubungan dengan upacara keagamaan pada hari raya Purim.
k. Moed Katon, tentang hari raya kedua (Minor Feast) dan membahas tentang segala aturan yang berhubungan dengan hari-hari pertama pada perayaan Paskah Yahudi dan perayaan Succoth.
l. Chagigah, tentang perbandingan antara tiga hari raya yaitu Paskah, Succoth, dan hari raya Kemah atau Candi.

3. Nashim. Bagian ini berisi berbagai undang-undang tentang wanita, seperti pernikahan, perceraian, kewajiban wanita, shalat wanita, dan segala masalah yang berhungan dengan mereka. Ini terdiri dari 7 risalah, yang salah satunya yang terkenal adalah Abhodah Zarah (penyembah berhala). Risalah ini menjadi landasan bagi orang-orang yahudi dalam memperat hubungan mereka dengan agama-agama berhala. Agama berhala di sini maksudnya- menurut mereka- adalah semua agama selain Yahudi. Seperti yang telah mereka alami kalau mereka telah dijajah oleh berbagai bangsa yang beragama pagan dari Mesir, Assyria, Babilonia, Persia dan Yunani, maka kontak antara agama mereka dan agama pagan ini sangat kental. Belum lagi mereka percaya bahwa Nabi Sulaiman sendiri sebagai Nabi yang membolehkan untuk melakukan sihir dankontak gaib. Hal ini dalam Al Qur’an dibantah oleh Allah dalam Al Baqarah ayat ke-102.
Ketujuh risalah dari Nashim adalah;
a. Jebbamoth, tentang saudara-saudara perempuan suami atau saudara-saudara perempuan istri.
b. Kethuboth, tentang akad nikah
c. Gittin, khusus membahas masalah perceraian.
d. Nedarim, khusus tentang masalah nadzar.
e. Nasir, khusus tentang apa-apa yang telah dinadzarkan.
f. Sotah, tentang perempuan yang dianggap pezina.

4. Nazikin. Bagian ini khusus berhubungan dengan masalah kejahatan atau krimininalitas, baik pidana maupun perdata. Bagian ini terdiri dari 10 risalah yaitu.
a. Baba Kama atau Pengantar Pertama. Tentang kejahatan dan kezaliman, serta cara-cara mengatasinya.
b. Baba Metsia atau Pengantar Pertengahan. Tentang aturan-aturan yang berhubungan dengan barang-barang temuan, amanat, jual-beli, penyewaan, peminjaman, dan jasa.
c. Baba Bathra atau Pengantar Penutup. Ini membahas tentang aturan-aturan yang berhubungan dengan harta perniagaan dan modal yang pada umumnya didapatkan melalui aturan konvensional. Ini juga membahas tentang pembagian harta warisan.
d. Sanhendrin, tentang mahkamah atau peradilan yang mencakup hakim, jaksa, terdakwa dan sebagainya.
e. Makkoth, tentang hukuman cambuk bagi para kriminal.
f. Schebuoth, tentang masalah sumpah.
g. Edaioth, tentang masalah kesaksian.
h. Horaioth, tentang pengadilan yang menangani kasus-kasus yang dihadapkan ke meja hijau.
i. Abhodah Zarah, tentang paganisme (hukum penyembahan berhala).
j. Abhoth, tentang berbagai hukum yang berkaitan dengan orang tua dan nenek moyang. Risalah ini juga dinamakan Pirke Abhoth.


5. Kodashim. Bagian ini membahas masalah sesembahan, kurban, dan semua upacara keagamaan. Ini terdiri dari 11 risalah yaitu.
a. Zebbachim, tentang sesembahan, hewan-hewan mana yang layak dijadikan sesembahan.
b. Chullin, tentang perkara najis dan tradisi menyembelih hewan yang disembelih untuk dikonsumsi sehari-hari.
c. Menachoth, tentang tata cara penghidangan daging dan makanan cair.
d. Bekhoroth, tentang anak pertama, baik anak pertama sendiri atau anak pertama dari binatang piaraan.
e. Erakhin, mengenai penyucian batin agar pelakunya hanya mengkhususkan kehidupan dirinya hanya untuk Allah.
f. Temurah, tentang barter atau tukar menukar harta benda.
g. Meilah, tentang dosa dan hal-hal yang dapat mengotori kesucian.
h. Kerithuth, tentang pajak atau pungutan yang wajib dibayarkan untuk menebus dosa-dosa yang telah dilakukan.
i. Tamid, tentang kurban harian, yakni membahas tentang tata cara pengabdian pada Candi yang berhubungan dengan persembahan pagi dan sore setiap hari.
j. Middoth, tentang ukuran dan bentuk candi secara geometri. Candi yang dimaksud adlaah Haikal Sulaiman.
k. Kinnim, tentang sembelihan-sembelihan yang berhubungan burung-burung dan yang dipersembahkan kepada orang-orang miskin.
6. Toharoth. Bagian ini berisi tentang masalah thaharah yang berkaitan dengan kesucian lahir dari benda-benda najis. Bagian ini berisi 12 risalah yaitu.
a. Kelim, tentang bejana yang dapat dijadikan sebagai alat untuk bersuci pada upacara keagamaan.
b. Oholoth, tentang kemah dan tempat tinggal serta masalah kotoran dan penyuciannya.
c. Negaim, tentang air yang ada di kolam atau sumur.
d. Parah, tentang sapi kecil dan pemakain abu bangkainya untuk bersuci.
e. Tohoroth, tentang bersuci dari najis.
f. Mikvaoth, membahas tentang keadaan sumur atau ruangan yang layak dijadikan sebagai tempat membersihkan diri.
g. Inddah, tentang masalah haid dan najis-najis yang keluar dari tubu wanita.
h. Makschirin, tentang ramuan-ramuan.
i. Zabhim, tentang air mani, air kencing, dan kotoran lain yang keluar dari tubuh.
j. Tebihul Iom, tentang mandi setiap hari.
k. Iadaim, tentang tangan dan tata cara membersihkannya dari segala najis.
l. Oketsin, tentang buah-buahan dan kulitnya serta bagaimana cara membuang najisnya menurut aturan agama.
Dengan demikian secara keseluruhan Mishnah terdiri dari 63 risalah yang masing-masing memiliki ayat tertentu yang disebut dengan Perakim.
Selanjutnya bagaimana isi dari Talmud ini dan isinya berkaitan dengan zionis? Ikuti terus artikel menarik ini.

Aha Eureka! Superman, Zionis dan Yahudi: Sebuah kesatuan sempurna.


Anda pasti familiar dengan simbol di atas tadi. Simbol dari tokoh fiksi bernama Superman ini begitu populer di seantero dunia, tidak terkecuali Indonesia. Bahkan hingga kini salah satu tv swasta rajin menyiarkan kisah hidup Superman di masa mudanya dengan judul film Smallville.

Tapi tahukah Anda jika dibalik simbol dan film tersebut tersimpan ide cemerlang tentang kejayaan kaum Yahudi sebagai "Manusia Pilihan Tuhan" dan manusia lainnya tidaklah sempurna?

Jerry Siegel dan Joe Shuster, dua orang keturunan Yahudi dibalik pembuat tokoh Superman, dengan cerdas membingkai ide ini secara halus dalam gaya penyajian yang enak dinikmati oleh siapa saja.

Simbol huruf "S" pada gambar di atas banyak memiliki arti. Tetapi yang lebih dekat maknanya adalah SION dan SAMIRI. Untuk Sion, semua orang tahu kalau ini adalah bukit yang ingin dikuasai semata oleh Yahudi dalam gerakan Zionis. Dan gerakan ini berasal dari nama Sion.

Samiri, adalah tokoh sempalan dari Bani Israel yang menentang misi Nabi Musa. Samiri inilah yang menjadi awal ide pemberontak tauhid dan menyimpan ilmu sihir besar yang hingga kini masih dijaga oleh sebagian Yahudi sebagai ilmu rahasia bernama Kabbalah. Dan nama Samiri ini pula diduga sebagai nama panggilan lain untuk tanah Amerika Serikat yang dikuasai secara ekonomis dan politik oleh Yahudi. Dan nama lain dari Amerika Serikat adalah Uncle Sam yang mana kata SAm adalah singkatan dari SAMiri.

Apakah analisa sederhana tentang ideologi zionis dalam Superman ini bualan? Mungkin bagi Anda yang sudah begitu senang dengan dunia fiksi ini adalah bualan belaka. Tetapi jika Anda secara cermat memperhatikan nama dari asli dari Superman yaitu KAL-El, maka Anda akan terkejut bahwa nama tersebut sangat ber-Yahudi sekali.

Menurut bahasa Ibrani, bahasa yang digunakan oleh Yahudi, kata EL berarti Tuhan (God). Dan nama EL selalu berkaitan dengan Tuhan, oleh karena itu ada beberapa nama menggunakan akhiran EL yaitu Israel, Samuel dan Michael.

Setelah penulis mengecek arti KAL dalam kamus online di Babilon tidak terdapat arti spesifik dari kata ini.Hanya saja setelah dicek dari beberapa kaitan nama ini, KAL artinya ke dalam bahasa Inggris adalah nama sayuran yaitu kubis dengan ciri khasnya yaitu daunnya yang keriting melengkung. Ini tepat sekali dengan ciri khas dari Superman ketika berubah dari Clark Kent ke Superman dengan perubahan pada kacamata dan bentuk rambutnya. Superman tidak menggunakan kacamata dan bentuk rambut khas: rambut melengkung berbentuk huruf S. Perhatikan perbedaanya di gambar berikut ini:




Menurut ideologi zionis yang bersumber pada Talmud (baca juga artikle penulis tentang Talmud ini di seri Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir Di Palestina), bangsa Yahudi adalah manusia pilihan Tuhan yang sepantasnya hanya merekalah yang menguasai dunia ini. Sebagai manusia pilihan, mereka memiliki hal-hal khusus yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Ideologi ini dibungkus secara baik dalam komik Superman. Yahudi memang perkasa dalam sosok Superman dan ideologi Zion terus terusung dalam huruf S yang mencolok.

Jika memang memiliki kekuatan hebat mengapa Superman memiliki kelemahan dengan batu kripton berwarna hijau?

Batu ini sejatinya adalah tanah leluhur dari Kal-El, planet Kripton. Tetapi karena ia telah menginjakkan kakinya di bumi dan batu itu pula mengikuti dirinya ke bumi maka batu tersebut menjadi kelemahannya.

Ini dapat diperjelas demikian. Tanah Palestina jika telah terkontamiasi oleh tangan manusia non-Yahudi maka tanah tersebut menjadi sebuah kutukan bagi Yahudi. Maka kelemahan Yahudi adalah jika tanah Palestina bukan milik mereka.

Sampai di sini mungkin Anda masih tidak percaya apa yang penulis sampaikan. Tetapi fakta telah berbicara secara lancar dalam film dan komik tersebut serta sejarah yang sedang kita jalani ini.

Komik Superman tetaplah dibungkus untuk konsumsi komersial maka dibuatlah cerita berseri yang cukup panjang, tetapi dibalik itu tersimpan agenda besar dari Yahudi: Merekalah yang dibutuhkan ole manusia non Yahudi untuk menyelamatkan dunia ini dan bukan bangsa lain.

Percaya? Silakan kalau tidak percaya, tapi bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 04 Juli 2008

Aha Eureka! Yahudi: Berawal di Mesir Berakhir di Palestina (8)

Penulis mohon maaf atas keterlambatan artikel ini. Hal ini disebabkan penulis masih sibuk dengan urusan di kantor. Penulis harap Anda pengunjung setia blog ini tetap ber-aha eureka! Selamat membaca

Pada artikel sebelumnya penulis telah menyajikan kepada Anda akan penyelewengan Yahudi akan isi Taurat. Dan menurut sejarah yang menjadi penanggung jawab awal penyusunan awal Taurat setelah masa penghancuran Nebukhanedzar adalah dua orang Rabi yaitu Ezra dan Nehemia yang dianggap sebagai Nabi oleh Yahudi. Kini Penulis sajikan kepada Anda sebuah kitab yang dianggap lebih suci daripada Taurat itu sendiri yaitu Talmud.

Bab IX: Lahirnya Talmud, Kitab Hitam Yahudi


Pada masa Cyrus the Great, bangsa Yahudi diperbolehkan pulang ke tanah Palestina setelah masa pengasingan mereka di Babylonia. Seperti masa saat ini yang mana gerakan Zionis meminta semua Yahudi kembali ke Palestina tetapi tidak semua Yahudi mau mengikuti ajakan ini karena merasa sudah nyaman di negeri lain, Yahudi di masa Cyrus pun demikian.
Tidak semua bangsa Yahudi mau kembali ke Palestina mengingat mereka telah memiliki rumah dan pekerjaan yang tetap serta kehidupan yang lebih baik dari pada di Palestina yang mana mereka harus membangun kehidupan mereka dari awal kembali.

Melihat hal ini, maka para Rabi yang mempunyai semangat persatuan, mulai gusar karena bangsa Yahudi yang terpencar-pencar di negeri orang tidak juga ingin kembali satu ke tanah Palestina. Maka, mereka membuat satu doktrin yang mana doktrin ini terus dipertahankan hingga hari ini dengan jubah Zionis. Doktrin tersebut adalah bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan dan Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan dan tidak ada kejayaan bangsa Yahudi kecuali bersatu di Palestina dengan bernostalgia akan Haikal dan kejayaan kerajaan Nabi Sulaiman.

Untuk "melegalkan" doktrin ini bahwa ia adalah perintah Tuhan, maka para rabi membungkusnya dengan istilah "Taurat tidak tertulis" atau dengan kata lain wahyu Tuhan yang difirmankan kepada Musa tetapi tidak tertulis. Untuk memudahkan Anda, seperti hadits Qudsi. Bedanya, Wahyu klaiman rabi ini tidak memiliki dasar riwayat dan sama sekali baru terdengar di masa Cyrus, tidak di masa Nabi Musa yang jauh telah wafat sebelumnya. Dan kini tiba-tiba ada istilah wahyu tidak tertulis.

Untuk "melgalkan" hal ini, maka para rabi mengajarkannya secara lisan dan terbatas. Dan dipioneri oleh Ezra dan Nehemia yang telah menyusun lebih dahulu Taurat versi baru, maka Ezra dan Nehemia juga mengajarkan "Taurat Lisan" ini. "Taurat Lisan" ini terus diajarkan untuk menumbuh-kembangkan semangat nasionalisme bangsa Yahudi secara turun-temurun.


Ilustrasi Ezra

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa sampai perlu para rabi membuat "Taurat Lisan" ini? Jawaban yang mungkin adalah karena bangsa Yahudi pada saat itu tidak memiliki seseorang yang dapat dijadikan pemimpin semenjak hancurnya dua kerajaan kecil mereka.
Krisis kepemimpinan inilah yang ingin dibangun oleh rabi. Dan memang dalam "Taurat Lisan" tersebut ada disebutkan jika tidak menaati apa yang disampaikan oleh rabi maka termasuk dosa besar.

"Taurat Lisan" ini selanjutnya diberi nama Talmud. Sebuah kitab inspirasi zionis hari ini. Mengapa demikian? Sebab dalam Talmud disebutkan bahwa bangsa selain Yahudi adalah binatang dan najis. Sebuah rasisme yang sangat luar biasa dari sebuah bangsa yang terhina oleh dosa mereka sendiri.

Untuk lebih jelas mengenai kitab Talmud penulis sarankan kepada Anda untuk membaca buku karya Prof. DR. Muhammad Abdullah asy-Syarqawi dengan judul "Talmud, Kitab Hitam Yahudi Yang Menggemparkan".

Dan bagi Anda yang dapat ingin referensi langsung tentang Talmud, penulis sarankan untuk membuka situs www.sacred-texts.com, di situs ini Anda dapat mendowload isi dari kitab Talmud.

Demikianlah sampai jumpa pada artikel selanjutnya


Ilustrasi Nehemia