Selasa, 27 September 2011

AHA EUREKA! HIPOTESA PENCIPTAAN JIN

Salam saudaraku,
Sungguh apa yang ada di dalam otakku sangat mengganggu dan bertahun tahun mengendap mencari jawaban dari dua ayat yang sekilas saling kontradiksi.
Dari dua ayat ini menjadi tantangan abgi saya untuk mencari jawaban yang logis sekaligus membuktikan bahwa Al Quran benar-benar diturunkan oleh Allah dengan ilmu-Nya sebagaimana Allah bersabda di surat Hud ayat 14:
فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [١١:١٤]
sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia,
Pembaca yang budiman,
Dua ayat yang sekilas dibaca kontradiksi satu sama lain yang saya maksud adalah :
1. Surat Al Anbiyaa’ ayat 30 : وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ yang artinya: Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup
2. Surat Ar Rahman ayat 15: وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ [٥٥:١٥] yang artinya: dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
Dari dua ayat di atas mari kita ambil kesimpulan sederhana berikut:
A. Allah menciptakan segala yang hidup dari air
B. Jin adalah makhluk hidup
C. Berarti Allah menciptakan jin dari air
Kesimpulan ini jika dihadapkan dengan ayat 15 dari surat Ar Rahman pasti kontradiksi: Allah menciptakan jin dari NYALA API, sementara kesimpulan di atas Allah menciptakah jin dari AIR. Bagaimana bias dua ayat saling kontradiksi ?
Pembaca yang budiman,
Pertanyaan ini telah mengendap di otak penulis berrtahun-tahun dan Alhamdulillah, AHA EUREKA penulis telah menemukan jawabannya dan ini dapat diterangkan melalui ilmu kimia.
Dalam kimia ada istilah ELEKTROLISIS yaitu peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui air tersebut (Wikipedia).




Proses elektolisis

Dari proses elektrolisis inilah Allah menciptakan jin dari unsur hydrogen. Mengapa dari unsur hydrogen? Karena gas hydrogen adalah gas yang sangat mudah terbakar dan gas ini akan meledak sendiri di suhu 560 °C (Wikipedia)
Ini pula jawaban mengapa kita tidak dapat melihat jin, karena ia diciptakan dari unsur gas. Sebagaimana Allah berfirman di surat Al A’raff ayat 27:
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ yang artinya: sesungguhnya ia (Iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari tempat yang kamu tidak bias melihat mereka.
Pembaca yang budiman,
Hipotesa ini semoga juga menjadikan hujjah bahwa Al Quran benar benar kalimat Allah untuk orang-orang yang masih ragu-ragu kepada Al Quran. Sungguh hipotesa ini tidak akan dirumuskan tanpa bimbingan Allah SWT karena begitu lama pertanyaan ini mengendap di otak penulis.

Semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan pencerahan bahwa memang Allah akan menunjukkan kepada manusia yang selalu membantah Al Quran bahwa sesungguhnya Al Quran itu benar benar kalmia Allah sebagaimana friman Allah di surat Fushilat ayat 53: سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ
Demikianlah, bagaimana pendapat anda?

Jumat, 15 Juli 2011

KETIKA AL QURAN BERBICARA TENTANG ZINA

Salamualaikum saudaraku,

Sungguh saya mohon maaf jika saya mulai menulis lagi. Mohon maaf boleh jadi saya sibuk dengan pekerjaan baru yang saya baru jalani tepat satu tahun ini.

Menjelang puasa ramadhan ini izikanlah saya menulis topik yang boleh jadi dianggap topik biasa-biasa saja, tapi sungguh begitu banyak ledakan di otak saya tentang topik ZINA ini.

Apalagi menjelang puasa ramadhan di tahun 2011 ini, semoga menjadi benteng iman anda , dan tentunya diri saya sendiri.

Pembaca yang budiman, berbicara tentang ZINA maka sungguh dosa ini begitu spesial disebut oleh Allah dalam Al Quran, tidak seperti dosa-dosa yang lain meski pada zaman ini

berbuat ZINA menjadi, terkadang atau sering, hal yang sudag biasa di masyarakat umum. Terutama jika ada wanita yang lahir di luar nikah, toh pada akhirnya masyarakat masih

menerima mereka yang berbuat ZINA sebagai anggota masyarakat yang seolah-olah tidak berbuat sesuatu yang hina.

Pembaca yang budiman,

Allah menyebut dosa ZINA dengan kalimat yang nyata dan jelas yaitu فَاحِشَةً, dan kata ini berarti "KEJI" memiliki bentuk kata yang lain dengan arti yang sama dalam Al Quran yaitu :

الْفَحْشَاءِ yang juga berarti "KEJI". Dan lebih khususnya lagi dosa ini selalu disebut dahulu daripada kata الْمُنْكَرِ.

Jika dosa الْمُنْكَرِ (mungkar) selalu terkait dengan: pencurian, penipuan minum minuman keras, bahkan sampai pembunuhan , maka dosa فَاحِشَةً yang berarti 'keji' hanya terkait

dengan dosa berZINA baik dengan lawan jenis maupun lawan jenis (homoseksual). Berikut keterangan ayatnya:

  • Untuk yang lawan jenis Allah menjelaskan di surat 17 ayat 32, dengan hukuman berbuat ZINA di surat 24 ayat 2 , dan setelah menjalankan hukuman ini maka Allah 'menurunkan' derajatnya dalam pernikahan resmi di dalam umat Islam di ayat berikutnya , surat 24 ayat 3
  • Untuk yang sesama jenis (homoseksual) Allah menyebutnya berikut ini وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ [٢٩:٢٨]
    , surat ke 29 ayat ke 28 yang artinya: Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu".

Pembaca yang budiman,

Membaca ayat-ayat Allah di dalam Al Quran tentang ZINA ini sejatinya disebut dengan begitu keras hingga Allah menyebutnya lebih dahulu daripada kata mungkar. Bahkan tolok ukur

seorang tidak berbuat zina adalah tolak ukur pertama dari label seseorang yang telah melaksanakan sholat. Sungguh Allah telah nyata menjelaskan ini di ayat berikut:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ [٢٩:٤٥]

Yang artinya : Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji
dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dan lebih spesial lagi ketika perintah larangan pertama Allah terhadap makhluk yang bernama manusia pun disebut sama untuk larangan dalam dosa ZINA.

Allah berfirman kepada nabi Adam dalam surat Al Baqarah:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ [٢:٣٥]

Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai,
dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim

Kalimat "jangalah kamu mendekati…" adalah perintah pertama Allah terhadap nenek moyang manusia diulang secara sama oleh Allah untuk dosa ZINA. Berikut ayatnya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا [١٧:٣٢]
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

Dari paparan beberapa ayat di atas dapat kita renungkan bersama sebenarnya dosa ZINA ini mendapatkan perhatian khusus oleh Allah. Namun, malangnya kita terkadang menganggap

Dosa ini hanya dosa 'biasa' saja karena boleh jadi ada yang berpikiran toh setiap manusia memiliki nafus seks yang tidak mungkin dihindarkan. Dengan dorongan alami dalam diri

manusia ini ketika seseorang berbuat ZINA maka dapat 'dimaafkan' karena ini 'manusiawi'. Benarkah demikian?


 

Pembaca yang budiman, Allah sebagai pencipta manusia tentu maha tahu apa yang Ia ciptakan. Dan potensi seks manusia sampai d titik manapun jelas dan tak terbanhtakan Allah pasti

Tahu. Dan ketika manusia berbuat dosa ZINA ini dan pasti ada manusia yang menganggapnya menjadi dosa yang biasa-biasa saja, Allah telah memberikan peringatan dalam ayat berikut

Ini di surat An Nur ayat ke 2:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ
وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
 ۖ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera,
dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah

Di ayat di atas disebutkan oleh Allah "belas kasihan", dan ini terkait dengan naluri manusia akan naluri lain yang salah. Pasti di masyarakat sekarang ini ada rasa memaafkan ketika dua

insan melakuakn dosa ZINA hingga hamil dan kedua-duanya saling jatuh cinta tetap saja di nikahkan secara layak seolah-olah pernikahan yang tidak berlumur dosa. Sering kita lihat ada

undangan pernikahan yang dihadiri oleh tetangga, teman dan kerabat meski sang kedua mempelai telah berzina lebih dahulu sebelum akad nikah. Para tamu bahkan dengan asyiknya

memberi ucapan selamat dan hadiah. Sungguh begitu mudahnya kita member rasa 'belas kasih' terhadap dosa ZINA.

Atau kehidupan para artis saat ini. Nyata-nyata ada artis yang berbuat ZINA toh masih saja rasa ' belas kasih' di masyarakat untuk memberikan tempat mereka di kasta terhormat

seolah-seolah tidak terjadi dosa KEJI yang telah menempel di tubuh mereka yang berzina.

Pertanyaannya. Mengapa begitu mudah kita menempatkan dosa ZINA ini sebagai dosa biasa-biasa saja?

Warnet, TV, bahkan buku-buku dan majalah telah berlumuran ZINA dan toh masyarakat kita menganggap tidak masalah. Perlahan tapi pasti kalimat 'jangalah mendekat' tanpa sadar

kita dibuai oleh dorongan nafsu alami yang melanggar batasan Allah.


 

Pohon yang dilarang oleh Allah adalah sebuah pohon dengan buah yang menarik hati manusia. Nafsu manusia yang ada semenjak diciptakan inilah 'diolah' secara halus dan teliti oleh

Iblis agar terlempar keluar menjadi hina. Nafsu kita ibarat magnet kecil yang memiliki daya magnet terhadap apa yang menjadi 'jodoh' magnetnya. Jelas sekali ketika sebuah magnet

kecil mendekati obyek yang besar ia yang terus memburu obyek itu dan bukan sebaliknya kemanapun obyek tersebut bergerak. Inilah larangan kata "mendekat". Kita memiliki magnet

kecil berupa nafsu seks dengan tenaga magnet berupa dorongan 'seks' dan obyek besar besar yang siap menyedot magnet kita untuk menempel ke obyek tersebut. Obyek ini adalah

Iblis dengan kekuatan magnet penuh agar magnet kita menempel.

Ingatlah, ketika Nabi Adam telah menempelkan magnetnya kepada pohon tersebut maka fatal akibatnya. Beliau dan istrinya menjadi makhluk turun kasta karena terlempar dari surga.

Sejatinya dosa ZiNA ini juga melemparkan manusia ke kasta yang rendah, malangnya ini tidak terjadi di masyarakat kita.

Daya dorong magnet inilah yang harus kita jaga agar jangan sampai mendekat obyek dosa ZINA. Siapapun kita jangan sekali-kali mecoba untuk mendekat, karena Allah telah

Memberikan kuasa kepada Iblis untuk mengeksplor daya magnet ini agar kita menempel ke obyeknya. Berikut Allah member kuasa terhadap Iblis:

قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا [١٧:٦٢]

Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".

﴿٦٢﴾

  

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا [١٧:٦٣]

Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

﴿٦٣﴾

  

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا [١٧:٦٤]

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

﴿٦٤﴾

  

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا [١٧:٦٥]

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".


 

Jadi Allah sendiri memberi perintah kepada Iblis untuk mencoba menghasut kita, tetapi kuasa Iblis terbatas jika kita benar-benar hamba Allah.

Dengan kuasa menggoda inilah kita juga digoda melalui daya magnet seks ZINA.


 

Dalam masyarakat kita telah terjadi campur baur antara yang salah dan benar, ZINA dan halal. Bahkan ada kata ZINA diagnti dengan kata yang indah "CINTA". Pernahkah anda

mendengar lagu dengan judul "CINTA SATU MALAM"? Sungguh lagu ini sejatinya layak diganti dengan "ZINA SATU MALAM" atau "DOSA SATU MALAM". Begitu asyiknya lantunan lagu

ini hingga melupakan kita bahwa lagu ini tentang dosa ZINA di suatu malam. Maka permainan Iblis pun semakin asyik karena ia melihat kita mendengarkan, perlahan menikmati

lagunya melupakan arti kata sebenarnya kata "CINTA" dan pada akhirnya kita tanpa sadarkan diri mengetuk-ngetukkan kaki mengiringi lantunan lagu tersebut. Iblis asyik melihat kita

mengikuti lagunya yang merdu tersebut. Tanpa sadar oleh kita semua, lagu tentang ZINA ini dikemas secara apik dan ngepop dari level anak-anak hingga nenek-nenek. Sempurna

sudah kita mengikuti langkah Iblis di depan kita.


 

Pembaca yang budiman,

Cukuplah sudah kita berlumuran ZINA di negeri kita yang indah ini. Kita bangsa besar dengan potensi alam yang luar biasa besar tetapi menjadi bangsa besar yang HINA di mata dunia.

Tengoklah kasus kasus TKW, tengoklah kasus korupsi hingga menempatkan kita pada ''kasta tinggi" dalam korupsi, tengoklah kasus bejat pejabat dengan gaji yang berat dan padat

tetapi masih melangkah ringan dan gagah di ruangan terhormat dan ber-AC.

Kita bangsa yang HINA di mata orang lain. Mengapa? Karena kita adalah umat Islam terbesar di dunia tetapi penikmat ZINA yang besar pula!

Pohon terlarang menjadikan Nabi Adam terhina, kalimat dosa ZINA sama larangannya yang diterima oleh Nabi Adam. Dan ZINA menjadikan manusia turun kasta, maka jika ingin bangsa

ini tidak menjadi bangsa yang hina di mata dunia mulai saaat ini juga mari bersama-sama jauhi ZINA. Sekarang juga. Bagaimana pendapat Anda?


 


 


 


 


 


 

Jumat, 27 Agustus 2010

SEHARUSNYA ERA DIGITAL ADALAH ERA TAUHID

Artikel ini sejatinya masih terkait dengan artikel sebelumnya yaitu Matematika dan Tauhid, sebuah mata rantai yang terputus. Penulis sengaja memisahkan artikel ini dengan sebelumnya agar dua topic menarik ini dapat diserap secara baik oleh pembaca yang budiman.

Ketika Anda membaca judul artikel ini tentu Anda bertanya apa hubungannya antara kata digital dengan tauhid. Hubungan digital dan tauhid dalam paparan artikel ini sangatlah erat dan tentu selesai Anda membaca artikel ini boleh jadi Anda tercengang.

Sebelum kita menuju pembahasan, ada baiknya Anda mengetahui istilah dari kata digital. Menurut Kamus Oxford Advanced Learner's Dictionary 7th Edition kata digital adalah using a system of receiving and sending information as a series of the numbers one and zero, showing that an electronic signal is there or is not there. Dari definisi di atas terdapat kalimat the numbers one and zero yang berarti angka 1 (satu) dan 0 (nol). Kedua angka inilah dalam istilah lain disebut binary yang dalam kamus yang sama memiliki definisi using only 0 and 1 as a system of numbers .

Era digital adalah era penggunaan angka 1 dan 0 dalam teknologi. Dan ini, jika Anda telah membaca artikel penulis sebelumnya Matematika . . . maka Anda tidaklah mengherankan jika Anda setuju dengan saya bahwa era digital adalah era Tauhid. Benarkah demikian?

Mari kita tinjau bersama untuk hal ini.

Seperti yang penulis sampaikan sebelumnya bahwa matematika sejatinya sangatlah bernilai tauhid dan ini langsung diajarkan oleh Allah kepada Nabi Adam. Konsep tunggal atau dinotasikan dengan angka satu merupakan konsep Tuhan yang Tunggal Mutlak yaitu Allah SWT. Kini dalam era digital ini konsep tauhid semakin terkukuhkan bahwa memang Allah SWT meliputi segala hal. Hasil karya era digital telah banyak menghasilkan teknologi canggih. Dengan bahasa sederhana sejatinya era digital membawa manusia ke era tauhid yaitu beriman kepada Allah SWT yang esa atau tunggal atau 1.

Jika digital dinotasikan dengan angka 1 dan 0, maka pertanyaannya adalah dimana era ini terkait dengan tauhid?

Pembaca yang budiman, sebelum pertanyaan di atas dijawab ada baiknya terlebih dahulu kita tinjau angka 0.

Angka 0 yang dinotasikan berupa bangunan bola atau lingkaran atau dalam bahasa Inggrisnya disebut sphere merupakan angka yang unik. Disebut unik karena angka 0 bukanlah negatif atau positif(baca selengkapnya di http://en.wikipedia.org/wiki/Zero ). Angka 0 yang disimbolkan dalam bentuk sphere juga menunjukkan "kesempurnaan bangunan" dalam ilmu geometri. Baca selengkapnya di http://en.wikipedia.org/wiki/Sphere

Kini mari saya bawa Anda ke matematika ala tauhid.

Angka 1 merupakan symbol dari keberadaan Allah SWT yang memang mutlak esa. Dan ini inti dari tauhid. Sementara angka 0 merupakan simbol dari sifat Allah SWT yang menunjukkan kesempurnaan Allah yang dalam Asmaul Husna. Seperti kita ketahui Asmaul Husna ada 99 nama. Dan ini bukan terbatas pada 99 nama saja, hanya Allah menyukai angka ganjil dan 99 hanyalah simbol tak terhingganya kekuasaan-Nya. Dari mana ketak terhingga ini didapatkan?

Jika angka 0 merupakan simbol sifat Allah, dan Asmaul Husna yang berjumlah 99 itu tiada lain adalah sifat Allah maka didapatkan 0 pangkat 99 yang menunjukkan ketak terhingga.

Dan seperti kita ketahui bahwa angka 10 merupakan angka sempurna. Begitupun angka 100 merupakan angka sempurna. Berapapun angka 0 di belakang dengan angka 1 di depan maka angka tersebut adalah angka sempurna. Dapat dibayangkan jika angka 0 ada 99 dengan angka 1 di depannya. Tiada kesempurnaan yang dapat menandingi angka tersebut. Ingat, angka 0 yang berjumlah 99 hanyalah menunjukkan begitu banyak sifat Allah dan bukan berarti terbatas hanya 99 saja.

Dari apa yang dipaparkan di atas, perpaduan antara 1 dan 0 atau sImbol eksistensi Allah dan sifatnya menunjukkan sebuah kesempurnaan yang maha sempurna. Tiada yang lain.

Kesimpulan awal adalah era digital yang menggunakan angka 1 dan 0 sebagai penanda era digital merupakan era tauhid. Tetapi cukupkah dikatakan demikian? Jika kita melihat apa yang dihasilkan dari era digital maka hal ini memiriskan hati karena era digital yang kita lihat bersama masih jauh dikaitkan dengan tauhid. Sebut saja yang sederhana penggunaan komputer. Berapa banyak di antara kita menggunakan komputer untuk menambah keimanan dan kekuatan tauhidnya. Jika kita tengok warnet-warnet yang ada, maka banyak umat Islam menggunakan komputer sebatas hiburan baik melalui chatting atau main game yang tiada manfaat untuk menambah imannya.

Belum lagi video mesum yang diunduh lalu disimpan di ponsel, era digital yang ada tampak masih jauh dari tauhid. Meski dalam beberapa hal sudah ada hasil teknologi digital yang mulai menunjang keimanan katakanlah software pendukung yang ditanam di ponsel untk mencari arah kiblat, lantunan azan sebagai pengingat sholat atau mp3 Al Quran dalam bentuk digital, tetapi jika melihat secara keseluruhan era digital masih dan harus terus dibawa ke arah tauhid.

Sebuah keniscayaan bahwa era digital merupakan era tauhid mengingat Allah berfirman dalam surat ke-41 ayat 53:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ

الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ [٤١:٥٣]

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?


 

Sungguh, ayat di atas begitu dahsyat bagi siapa saja yang beriman maupun yang tidak beriman. Karena Allah sedang dan akan terus menunjukkan kebenaran Al Quran dan Nabi-Nya bahwa memang Islam itu benar adanya. Dan digital benar adanya menunjukkan kebenaran tauhid akan angka 1 dan 0. Allah Maha Benar dan Esa dengan mengunci mati angka 1 sebagai makna satu dan bukan yang lain dalam ilmu matematika.

Seharusnya, era digital membawa manusia minimal umat Islam ke era tauhid. Dan seharusnya kita pula umat muslim harus menguasai era digital karena digital identik dengan Islam. Dan karena kita pernah jaya dalam teknologi di masa sebelum ini. Kita jauh tertinggal dalam era digital karena umat Islam pernah meninggalkan nilai-nilai tauhid di masa kejayaan terutama di tanah Spanyol.

Era digital masih dan terus bergerak maju, sementara umat Islam hanya sebatas sebagi pengguna yang sering pula masih menggunakan hasil teknologi era digital tersebut jauh dari keimanan tauhid. Sudah saatnya generasi digital mengusung nilai tauhid dalam teknoligi era digital. Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 10 Agustus 2010

Poligami Kualitas Vs Poligami Kuantitas: Sunah Atau Nafsu?

Sering saya bercanda dengan beberapa orang yang saya kenal dengan bertanya: "Mas sudah nikah ya, sudah punya anak berapa?" Jika jawaban dari pertanyaan saya dijawab: "Oh sudah punya anak dua." Maka dengan nada bercanda saya bertanya: "Dari istri keberapa?"

Dengan wajah terkejut dan tidak siap dengan pertanyaan saya, maka pria tersebut spontan berkata: "Wah, mas ini bisa aja. Ya dari istri pertama lah masak dari istri kedua." Selanjutnya saya mengatakan: "Siapa tahu mas punya anak dua dari istri kedua sedangkan dari istri pertama enggak punya anak."

Pembaca yang budiman, menjelang puasa Ramadhan 1431 H ini adalah masih tepat saya angkat topik tentang poligami yang mana di sebagian besar umat Islam Indonesia masalah poligami menjadi sebuah masalah sensitif untuk dijalankan sebagai sunah Nabi. Nafsu untuk berhubungan seksual merupakan fitrah manusia dan Ramadhan merupakan bulan latihan untuk mengontrol nafsu ini.

Benarkah poligami yang banyak dilakukan para pria muslim Indonesia selama ini merupakan sunah Nabi? Atau jangan-jangan poligami selama ini yang dipraktekan merupakan nafsu yang berjubah sunah Nabi? Benarkah demikian?

Sering kita mendengar alasan beberapa pria melakukan poligami dengan alasan menjalankan sunah nabi. Dengan percaya diri mengatakan demikian, pria tersebut melenggang menjalankan rumah tangganya tanpa sadar dalam kehidupannya jauh dari sunah nabi.

Ada pula dari para wanita mengatakan poligami tidak mungkin dijalankan secara adil oleh para suami. Dan yang lebih berbahaya lagi ada pemikiran bahwa poligami TIDAK BOLEH dilakukan oleh para suami karena banyak fakta yang menjalankan demikian menyimpang dari aspek keadilan. Dengan kata lain poligami HARUS DILARANG untuk dipraktekan. Ini sangat berbahaya jika pemikiran ini terus berkembang di masyarakat.

Mengapa demikian? Karena kesalahan dalam silogisme berpikir maka kesimpulan yang diambil pun salah. Yang dimaksudkan oleh penulis adalah yang bermasalah selama ini adalah praktek poligami tetapi ingin melarang poligaminya. Atau yang bermasalah dalam HOW tetapi yang dilarang adalah WHAT-nya. Inilah kesalahan silogisnya. Dan jelas kesimpulan yang diambil pun salah. Ini sangat berbahaya bila dibiarkan terus demikian. Hal ini akan mengarah kepada penghapusan poligami, padahal poligami bagian dari perintah Allah dalam Al Quran. Jika ayat tentang poligami dipertanyankan karena kesalahan pada HOW maka efek domino untuk ayat yang lain pun akan sama. Maka timbulah pemikiran bahaya yaitu jika satu ayat dapat dihilangkan mengapa yan lain tidak bisa? Inilah yang dimaksud oleh penulis berbahaya karena kesalahan berpikir dan mengambil kesimpulan.

Poligami sejatinya, jika merujuk apa yang dipraktekan oleh Rasulullah, adalah pernikahan dengan tujuan mengangkat derajat wanita yang telah menjanda dan memiliki tanggungan anak. Rasulullah tidak pernah sekalipun menikahi wanita yang masih gadis setelah Siti Aisyah yang memang masih gadis. Artinya yang dinikahi oleh nabi untuk menjadi istri setelah Siti Aisyah semuanya janda dengan tanggungan anak kecuali janda dari Zaid yang tidak memiliki anak hasil pernikahan dari Zaib bin Harits, anak angkat beliau sendiri. Khusus untuk janda Zaid, hal ini mendobrak tradisi setempat yang melarang menikahi janda dari anak angkatnya. Islam tidak menyamakan anak angkat dengan anak kandung sendiri (baca surat Al Ahzab, surat ke-33). Hak dan kewajiban mereka berbeda meski anak angkat tersebut diasuh semenjak dari kecil (terlepas dari sesusuhan).

Demikian adanya poligami yang dilaksanakan oleh Nabi bila Anda ingin menjadikan Nabi sebagai pola sunah mutlak. Jika kita melihat apa yang dipraktekan oleh para pria selama ini, apakah demikian adanya?

Sering penulis menyampaikan dalam diskusi kecil setelah sholat maghrib bahwa apa yang selama ini dipraktekan oleh para pria dalam berpoligami hanya sebatas KUANTITAS belum pada KUALITAS. Kuantitas yang dimaksud adalah hanya sebatas pada jumlah istri, dua, tiga atau empat tetapi untuk kualitas, nah inilah yang menjadi masalah selama ini.

Jika banyak yang berpoligami dengan alasan sebagai sunah nabi maka Anda pembaca artikel ini yang setuju dengan poligami ala kuantitas mohon jawab pertanyaan berikut ini cukup dalam diri Anda sendiri:

  1. Perintah sholat malam (tahajud) lebih dulu dari perintah berpoligami. Tepatnya dalam surat Al Muzammil yang turun lebih dulu sebelum nabi hijrah ke Madinah sementara perintah poligami turun di kota Madinah.

    Pertanyaannya adalah: Sudahkah Anda melakukan sunah nabi yang tiap malam melakukan sholat tahajud dan ini tidak pernah terputus hingga akhir hayat beliau? Jika belum, mengapa sunah Nabi untuk sholat malam belum Anda lakukan secara maksimal meski hanya dua rakaat saja dan Anda mengatakan berpoligami merupakan sunah Nabi? Ingat sebelum Nabi berpoligami beliau telah membekali lebih dulu jiwa beliau dengan sholat malam.

  2. Sudahkah Anda melakukan sunah Nabi dalam berpuasa sunah minimal senin-kamis secara kontinyu? Jika belum ingat Nabi melakukan puasa sebagai penahan nafsu duniawi sedangkan Anda belum maksimal melakukannya sudah berani menjalankan poligami.
  3. Sudahkah Anda menjalankan poligami ala qualitas? Yaitu menikahi para janda, sebagai apa yang dicontohkan oleh Nabi, dan menyatuni anak tiri Anda dengan baik dan adil? Jika belum, maaf poligami Anda belum sampai pada taraf poligami ala qualitas, masih pada quantitas.
  4. Sudahkah Anda mengevaluasi diri Anda sendiri akan arti adil dalam berpoligami? Jika belum, ada baiknya Anda menilai kadar kemampuan Anda sebelum berpoligami.

Poligami terkadang ada yang melakukannya dengan alasan untuk mencari keturunan. Artinya jika dari istri pertama belum memiliki anak, maka ia menikahi wanita lain sebagai istri kedua agar mendapatkan keturunan. Untuk hal ini ada dua contoh Nabi yang melaksanakannya. Untuk masalah mendapatkan keturunan, ada dua Nabi yang berbeda dalam hal ini. Nabi pertama adalah Nabi Ibrahim dan yang kedua Nabi Zakaria.

Nabi Ibrahim menikahi dua wanita dimana istri pertama tidak mendapatkan keturunan. Kemudian dari istri kedua mendapatkan keturunan dengan istri bernama SitI Hajar dengan anaknya yang mulia Nabi Ismail. Hanya saja dalam hal ini Nabi Ibrahim tidak terlepas dari konflik rumah tangga secara cemburu manusia ketika Siti Hajar memiliki anaknya sementara istri pertama Nabi Ibrahim belum memiliki anak.

Contoh Nabi kedua adalah Nabi Zakaria. Beliau tidak menikahi wanita lain selain istrinya yang memanng hingga di usia senja belum mendapatkan keturunan. Beliau dengan sabar terus meminta untuk diberi keturunan meski usia terus menapak senja. Dan dengan kesabaran yang tinggi, akhirnya Allah mengabulkan doa beliau dengan mendapatkan seorang anak di usia yang sudah tidak muda lagi.

Adapun Nabi Muhammad melakukan poligami dalam rangka menghormati para janda yang suaminya telah banyak meninggal dalam medan perang (mati syahid). Dengan anak sebagai tanggungan dan Rasul sebagai pemimpin sebuah Negara maka sangatlah wajar Nabi menikahi para janda perang ini untuk dilindungi secara hukum Nabi dengan naik status sebagai istri Rasul. Baca kembali di surat Al Ahzab, dimana istri Rasul adalah "Ibunya Umat Muslim" yang tidak boleh dinikahi meski Rasul telah meninggal dunia. Sebuah level tinggi dari Allah yang diberikan kepada mereka sebagai perlindungan sosial di dunia dan penghormatan tinggi di akhirat. Pertanyaannya, mengapa meski janda?

Pembaca yang budiman, jika di sebuah kampung A banyak memiliki gadis yang belum menikah dan di sebuah kampung B banyak janda-janda yang belum dinikahi lagi maka pertanyaan untuk Anda lebih banyak fitnah secara social yang manakah dari dua kampung tersebut? Kampung A atau kampung B?

Tentu Anda sepakat dengan saya kalau fitnah lebih banyak di kampung B daripada di kampung A. Demikianlah adanya hukum sosial yang ada di masyarakat manapun. Janda dan gadis meski sama-sama wanita tetapi mengundang fitnah yang berbeda. Adalah hal yang sangat logis-sosial jika para janda , apalagi dengan tanggungan anak yang banyak, sebagai contoh dari poligami yang dipraktekan oleh Nabi.

Selesaikah sampai di sini? Belum. Artinya beguti sajakah setiap pria muslim dipersilakan untuk berpoligami? Jawabannya sangat subyektif. Artinya jika kita merujuk ayat poligami maka ayat tersebut sangat subyektif untuk pria yang telah mengukur kadar kemampuan dirinya secara obyektif bahwa ia mampu melaksanakan poligami. Artinya, poligami memang sebuah hukum Allah tetapi ini tidaklah begitu saja setiap orang mampu menjalankannya. Sebagai ilustrasi sederhana setiap pria mampu mengangkat benda berat tetapi satu sama lain kemam[uan ini berbeda. Saya boleh jadi mampu mengangkat beban seberat 50 kg untuk dipikul tetapi ada si fulan yang mampu mengangkat beban seberat 100 kg dipikul dengan baik. Kekuatan si fulan jelas tidak bisa saya paksakan kepada diri saya. Kalaupun dipaksakan maka fatal akibatnya. Sendi bisa keseleo atau pinggang bisa tergeser atau lebih fatal lagi tulang bisa retak dan patah. Kekuatan inilah yang dimaksud oleh Allah dalam surat An Nisaa ayat ke-3فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّتَعْدِلُو

Jika 4 pertanyaan di atas telah terjawab dengan baik dan Anda dengan subyektif ukuran kadar kemampuan diri Anda sendiri, maka inilah poligami kualitas. Sebuah poligami yang jauh dari sekedar mengatas namakan sunah namun terbatas pada quantitas semata. Poligami sebuah keniscayaan tetapi untuk dilaksanakan adalah sebuah subyektif yang berbeda pada masing-masing individu.

Jika ingin berpoligami, silakahkan asalkan bertaraf qualitas. Namun jangan Anda melaksanakan poligami dengan alasan sunah Nabi, sementara yang Anda laksanakan baru taraf kuantitas semata. Inilah yang dikuatirkan nafsu Anda melaksanakan poligami dengan alasan agama dan menjadi poligami kuantitas semata. Kalau ini yang dilaksanakan maka sangat wajar para wanita banyak protes akan hal ini. Dan protes ini benar dan praktek poligami demikian itu yang salah. Semoga dengan tulisan kecil ini saya dapat mewacanakan poligami kualitas dan poligami kuantitas tidak ada lagi. Bagaimana pendapat Anda?


 


 


 


 

    

Senin, 09 Agustus 2010

Selamat Ber-Aha Eureka Kembali: Matematika dan Tauhid Islam, Sebuah Mata Rantai Terputus

Hampir setahun lebih sudah saya, Neo Revo, tidak aktif menulis. Pengunjung yang setia dan semua pembaca blogku yang budiman, saya mohon maaf atas kevakuman tulisan saya. Dan menjelang Ramadhan 1431 H ini semoga saya terus kembali aktif menulis lagi.

Dalam awal tulisan saya kali ini, saya ingin menjelaskan mengapa saya tidak lagi berprofesi sebagai guru, dan kaitannya dengan masalah sekolah-sekolah Islam.

Perlu pembaca mengetahui tentang sedikit profesi saya. Saya berhenti menjadi guru persis setahun yang lalu. Banyak alasan yang dapat saya sampaikan kepada Anda, tetapi yang lebih penting saya sampaikan secara pribadi kepada Anda semua pembaca blogku setia adalah alasan utama yang mengganggu pikiran dan idealisme saya.

Saya adalah mantan guru bahasa Inggris untuk tingkat SMA di sebuah sekolah swasta di Bekasi. Sekolah tersebut (maaf saya tidak menyebutkan nama sekolah tersebut demi nama baik sekolah) bercirikan Islam meski tidak melabeli diri sebagai sekolah Islam. Dan saya adalah lulusan dari sebuah pondok pesantren selama 6 tahun dari tahun 1983-1989. Yang menjadi gangguan pikiran saya adalah mengapa sekolah Islam atau siswa-siswa Indonesia yang beragama Islam sangat kental dengan "virus jahat" ideologi atau alam filsafat Barat dalam mata banyak mata pelajaran wajib di kelas yang jauh dari nilai-nilai hakiki Islam? Bagaimana lagi dengan sekolah yang tidak bercirikan Islam? Dapat Anda bayangkan bagaimana begitu banyak "virus jahat" ideologi yang menjangkiti siswa-siswa Indonesia yang mayoritas beragama Islam dalam pola pikir!

Pembaca yang budiman, saya selalu bertanya dan semoga Anda juga memiliki pertanyaan yang sama: Apa yang didapatkan dari sebuah sekolah berlabel Islam sedangkan dalam pelajaran di bangku sekolah masih ada "virus flisafat jahat" yang merusak aqidah dan pola pikir mereka terhadap keislaman itu sendiri?

Tiada guna secara maksimal untuk mencetak siswa yang mendapatkan nilai-nilai Islam meski mendapatkan pelajaran agama seperti pelajaran tentang Al Quran dan sebagainya jika pelajaran-pelajaran lain seperti biologi, fisika dan matematika masih saja berlandaskan alam filsafat Barat.

Untuk pelajaran terakhir yang saya sebutkan di atas, kali ini menjadi topik tulisan saya. Sebelum membahas hal ini kembali saya bertanya kepada Anda: Apa arti sekolah berlabelkan Islam jika mata pelajaran wajib lainnya yang berlandaskan alam filsafat Barat masih diajarkan untuk mereka? Lalu apa solusi terbaik dari hal ini?

Saya pernah berdiskusi tentang hal ini setahun yang lalu di masjid Al Akbar Surabaya dengan seorang professor dari salah satu sebuah universitas negeri di Surabaya. Lalu saya sampaikan solusi yang menurut saya cukup baik. Solusi tersebut adalah: Mengapa kita tidak mengumpulkan para penulis Islam yang memiliki potensi besar untuk menyusun buku pelajaran beserta kurikulumnya dengan pola pikir Quran-Hadits? Adalah tidak mungkin menjadi siswa yang Islam secara kaffah jika masih menggunakan kurikulum dan buku yang bertentangan dengan Islam meski ia sekolah dengan label Islam bahkan di sebuah pondok pesantren sekalipun!

Saya kebetulan masih memiliki anak berusia 4 tahun dan semenjak dini sudah saya wasiatkan kepada istri saya untuk tidak pernah menyekolahkan anak kami jika selama itu pula sekolah masih menggunakan kurikulum dan buku alam filsafat Barat. Kami hanya ingin ia belajar secara dalam Al Quran dan Hadits saja tanpa dicemari oleh "virus filsafat jahat" melalui pelajaran-pelajaran umum di sekolah.

Tampak sebuah hal yang aneh dan "ngaco" bagi orang tua yang lain tentang sikap kami ini, tetapi jika Anda membaca artikel saya ini boleh jadi Anda setuju dengan saya. Toh kalaupun tidak, minimal saya telah "meracuni" pola pikiran Anda untuk berpikir sejenak tentang idealis saya.

Kini mari saya hantarkan Anda ke topik utama tulisan saya.

Jika Anda membaca rumus E=MC2 tentu Anda mengenal rumus tersebut ketika belajar fisika di bangku SMA. Atau rumus s=v.t atau rumus fisika dan kimia yang lain. Tentu rumus-rumus tersebut sering dikaitkan dengan nama penemunya sebagai penghargaan atas jerih payah mereka menemukan rumus tersebut.

Tetapi pernahkah terbesit di pikiran Anda siapa yang menemukan sebuah kemutlakan dalam matematika: 1+1 = 2? Atau mengapa semua manusia di jagat bumi ini tanpa sadar sepakat bahwa 1+1 =2? Mengapa tidak ada yang memiliki aturan lain jika 1+1= 5 misalnya? Dan mengapa semua manusia di jagat ini sepakat bahwa angka 1 adalah angka benar-benar tunggal? Dan mengapa seluruh manusia di muka bumi ini sepakat dengan bilangan yang sama? Siapa yang mengajarkan hal ini kepada semua manusia di muka bumi ini? Mengapa tidak ada yang mengklaim jika 1+1=2 adalah rumus seseorang? Jika Archimedes yang kotasi Aha Eureka! miliknya saya jadikan label untuk blog ini dianggap sebagai jenius dengan rumusnya FA=ρ.g.V bukanlah penemu 1+1=2, atau Newton atau bahkan Einstein sekalipun, lalu siapa? Dan mengapa kita setuju saja waktu diajarkan oleh guru kita di kelas dan tidak memprotes jika kita punya "rumus" sendiri untuk hasil penjumlahan 1+1? Jika Anda masih duduk di bangku sekolah dan mengajukan pertanyaan kepada guru matematika Anda mengapa 1+1=2 dan tidak 1+1=3 tentu guru Anda menjawab sederhana: ya begitulah perhitungannya. Dan jika Anda bertanya lagi kepada guru Anda siapa yang menemukan 1+1=2 tentu guru Anda tidak mampu menjawabnya.

Pembaca yang budiman semoga pertanyaan awal tersebut mengganggu pikiran Anda. Boleh jadi ini tidak pernah terpikirkan oleh Anda sebelumya. Tentu Anda sepakat dengan saya bahwa TIDAK ADA PENEMU untuk 1+1=2 atau perhitungan lainya!

Jika tidak ada, lalu siapa yang mengajarkan hal ini dan mengapa semua manusia di jagat ini sepakat dalam hal yang sama?

Jawabannya, dan mungkin Anda terkejut adalah hal ini diajarkan oleh Allah secara langsung kepada Nabi Adam as sewaktu beliau belum diturunkan di muka bumi ini.

Satu pertanyaan dalam diri Anda adalah: darimana fakta ini saya dapatkan?

Jawaban dari pertanyaan Anda adalah karena sistem bilangan matematika adalah jalan menuju tauhid murni Allah SWT.

Ingatlah dalam ayat pertama dari surat Al Ikhlas Allah berfirman: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ.

Konsep tunggal dan angka 1 adalah ilmu mutlak yang diajarkan oleh Allah kepada Nabi Adam sebagai manusia pertama dan wajib untuk diteruskan kepada anak cucu beliau nantinya. Sebagai ilmu dasar untuk mengenal konsep SATU Allah SWT maka adalah sangat logis jika Allah mengajarkan matematika dasar kepada Nabi Adam agar beliau meyakini secara logis dan ainul yaqin akan SATU tuhan atau tauhid Allah.

Tidak mungkin Nabi Adam mengetahui tentang tauhid Allah jika beliau tidak diajarkan secara langsung oleh Allah sendiri akan matematika dasar sedangkan manusia memilki potensi dahsyat dalam rasionya untuk memahami konsep matematika yang rumit.

Bilangan, perhitungan dan kemutlakan matematika seperti 1+1=2 tentu sudah lebih dulu Allah ajarkan agar manusia tidak tersesat dalam memahami keesaan Allah. Oleh karenanya, jika ada yang ngotot mengatakan 1+1+1=1 dan membantah 1+1+1=3, maka dalam pergaulan kita sehari-hari tentu orang tersebut dianggap bodoh dan bahkan dianggap gila. Mengapa? Karena hasil perhitungan berbeda dengan manusia yang lain di seluruh muka bumi ini.

Konsep tauhid sejatinya adalah konsep matematika dasar yang sudah dibekali oleh Allah untuk seluruh manusia melalui nabi Adam. Dan ketika nabi Adam diturunkan ke muka bumi maka yang diajarkan oleh beliau untuk anak dan cucunya adalah konsep dasar matematika ini agar tidak rancu memahami tauhid Allah. Dan ini terus diajarkan sebagai pelajaran wajib agar meyakini secara logis dan haqqul yakin (khusus nabi Adam saya sebutkan ainul yaqin dan begitu pula para nabi) akan ketauhidan Allah.

Salah satu yang diajarkan oleh nabi Adam kepada anak dan cucu-cucunya adalah 1+1=2 dan tidak ada jawaban lain! Hal ini penting bahwa tidak ada tuhan lain selain Allah. Jika ada tuhan lain maka dua tuhan tidak mungkin mampu mengolah alam raya ini secara harmonis sedangkan dalam diri tuhan masing-masing memiliki kekuasaan mutlak. Mengapa? Karena 1 tidak sama dengan 2!

Kembali ke persoalan awal pertanyaan saya. Adalah hal yang memiriskan hati kita pada hari ini dimana mata pelajaran matematika kita jauh dikaitkan dengan ketauhidan Allah. Tidak ada buku-buku pelajaran matematika yang beredar di Indonesia secara khusus untuk sekolah-sekolah Islam atau pondok pesantren mengkaitkan matematika dengan tauhid. Padahal Islam memiliki pakar matematika yang sangat disegani di Barat dalam bidang matematika. Beliau tersebut adalah Al Khawarizmi.

Islam, dengan konsep قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ mengajarkan kita semenjak dini akan matematika dasar ke setiap anak kita agar mereka tidak mengalami kerancuan akan konsep satu dan bilangan yang lain. Konsep ini merupakan pelajaran wajib bagi setiap anak muslim. Logikanya adalah pelajaran matematika dasar juga wajib diajarkan oleh orang tua kepada anaknya agar ia tidak tersesat dalam memahami keesaan Allah.

Uniknya hari ini adalah di Barat yang mayoritas beragama Nasrani dan di Barat pula hari ini terkenal dengan jago matematika masih ada yang ngotot mempertahankan konsep trinitasnya dengan mengatakan 1+1+1=1. Padahal dari kesepakatan seluruh manusia di muka bumi ini entah ia beragama apa saja pasti ketika di bangku sekolah diajarkan 1+1+1=3 dan tidak pernah 1+1+1=1.

Pembaca yang budiman, ironisnya pada hari ini matematika menjadi mata rantai yang terputus dengan tauhid Allah padahal matematika diajarkan dan juga menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah yang berlabelkan Islam. Ini baru matematika yang menjadi dasar perhitungan untuk mata pelajaran eksata lainnya seperti fisika dan kimia.

Jika matematika saja sudah terputus dengan tauhid Allah tentu pelajaran fisika dan kimia terputus juga. Sebuah ironi yang fatal mengingat Islam identik dengan logika matematika mutlak.

Oleh karena hal ini saya keluar dari profesi saya dan mencari konsep kurikulum dan buku mata pelajaran yang benar-benar tidak terputus dengan tauhid Allah. Fisika, kimia dan bahkan biologi semuanya tidak pernah terputus dengan tauhid Allah karena Allah meliputi segala hal di alam raya ini.

Ironisnya, hari ini sekolah-sekolah bercirikan islami jauh dari ketauhidan Allah dengan suka rela mengunyah lalu menelan dengan nikmat kue pahit filsafat Barat dalam banyak mata pelajaran tanpa sadar kue tersebut juga mengandung racun berbahaya.

Sudah saatnya para pakar ilmu beraqidah Islam duduk bersama lalu membuat kurikulum dan buku mata pelajaran dengan konsep Al Quran dan Hadits. Sangat banyak yang harus disampaikan dalam buku mata pelajaran tersebut dengan mata rantai tauhid.

Dan sudah saatnya pula kita membuang jauh-jauh "virus jahat" filsafat dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah Islam. Dan sudah saatnya pula setelah Anda membaca artikel saya ini untuk merubah pola pikir Anda terhadap banyak mata pelajaran hari ini. Bagaimana pendapat Anda?


 


 


 


 


 


 


 


 


 

 

Sabtu, 14 Februari 2009

Aha Eureka! David Copperfield dan Pohon Ghorqod: Sebuah Hipotesa Sahih

Ketika perang Gaza yang berlangsung pada akhir bulan Desember 2008 hingga Januari 2009 dan memakan korban lebih dari 1300 jiwa dari pihak Palestina, maka hadits Nabi tentang akhir zaman menuju kiamat semakin kuat menegaskan akan kedatangan kiamat tersebut dengan tingkah-pola Yahudi yang sombong itu.

Perang Gaza hanyalah bagian kecil dari teka-teki masa kedatangan hari kiamat. Dan ini diperkuat dengan kerusakan yang dibuat oleh Yahudi di tanah Palestina.

Perang di Palestina pasti akan berlanjut dengan kemenangan di pihak kaum muslim secara keseluruhan, meski saat ini Yahudi zionis masih bercokol di sana. Kemenangan memang tinggal butuh waktu dan ini entah kapan. Satu hal yang jelas adalah berita gembira dari hadits yang riwayatkan oleh Imam Ahmad berikut ini.

الحجر ورَاءِ من اليهوديّ يختبيء حتّي المسلمون فيقتلهم اليهود المسلمون يقَاتل حتّي السَاعة تقوم لاََ

يهوديّ هذَا اللهعبديَا، مسلم يَا ، والشجر الحجر فيقولوالشجر

(أَحمد) اليهود شجر من فَاِنّه الغرقد إِلاَّ فاقتله فتعَال خلفي

Artinya: Tidak akan datang hari kiamat hingga kaum muslim memerangi Yahudi maka kaum muslim membunuh mereka hingga Yahudi bersembunyi di balik batu dan pepohonan dan berkatalah batu dan pohon tersebut; "Wahai musli, wahai hamba Allah ini ada orang Yahudi di belakangku kemarilah dan bunuhlah, kecuali pohon Ghorqod karena ia adalah pohonnya kaum Yahudi.

Dari hadits di atas kita dapat menyimpulkan kalau tanah Palestina akan direbut oleh kaum muslim. Dan dari hadits di atas dapat kita simpulkan pula kalau pohon Ghorqod menjadi "bunker" bagi kaum Yahudi nanti. Dan banyak yang bertanya bagaimana rupa dari pohon tersebut, atau dari jenis pohon apakah tersebut. Banyak yang sudah memberi gambaran pohon tersebut, tetapi penulis memiliki pendapat lain yaitu berdasarkan hadits di atas tadi. Jika Anda perhatikan hadits di atas dan memiliki pengetahuan sedikit bahasa Arab maka dapat kita simpulkan secara sederhana akan pohon tersebut.

Dari hadits di atas, kata شجر من فَاِنّه kata bermakna "pohon" yaitu شجر tidak diucap dalam bentuk الشجر melainkan dalam bentuk شجر. Dalam bahasa Arab bentuk kata yang tidak menggunakan ال maka kata tersebut dikatakan dalam bentuk umum atau padanannya dalam bahasa Inggris menggunakan bentuk a atau an. Sebaliknya, jika kata tersebut menggunakan bentuk ال kata tersebut padanannya dalam bahasa Inggris menggunakan bentuk the. Seperti yang kita ketahui kata benda yang menggunakan bentuk a atau an maka kata tersebut masih belum tertentu atau istilahnya indefinite sementara yang menggunakan bentuk the adalah kata yang sudah tertentu atau definite.

Penulis berani mengatakan bahwa pohon yang ditanam oleh Yahudi dan disebut oleh Nabi dengan pohon Ghorqod sesungguhnya bukan jenis pohon tertentu yang sudah jamak kita ketahui secara pasti. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan Yahudi juga tahu akan hadits ini, dan mereka pun juga cerdas menyikapi hal ini. Dan untuk mengecoh kaum muslim dalam memahami hadits di atas mereka menanam pohon dengan memberi jampi-jampi sihir "Ghorqod".

Jadi, menurut penulis kata "Ghorqod" lebih merujuk pada ilmu sihir yang "ditanam" dalam pohon tersebut, entah melalui air penyiraman atau pupuk atau lainnya. Satu hal yang jelas ilmu sihir Yahudi yaitu kabbalah berperan besar dalam hal ini.

Program penanaman pohon dari situs resmi Yahudi di www.jnf.com

Marilah kita kembali sejenak ke masa Nabi Sulaiman. Pernakah Anda bertanya mengapa Nabi Sulaiman diberi mukjizat oleh Allah dengan kekuatan yang sangat tinggi hingga ilmu sihir jenis apapun akan taklukan dihadapan beliau karena beliau mampu memerintahkan kaum jin, sedangkan ilmu sihir itu dipelajari oleh setan dari jenis jin. Mengapa demikian? Pembaca yang budiman, hal ini disebabkan pada masa Nabi Sulaiman, Yahudi atau pada masa itu masih bernama Bani Israel (untuk sejarah perubahan nama ini silakan Anda membaca artikel penulis di blog ini juga dalam bentuk berseri) menjadikan ilmu sihir merajalela di masyarakat luas. Dan ilmu sihir ini berawal dari Mesir yang mana seperti yang kita ketahui bersama Samiri di zaman Nabi Musa mampu membuat patung sapi yang dapat bersuara berkat ilmu sihir yang dibawa dari Mesir.

Kembali ke pohon Ghorqod. Sebenarnya tidaklah mengherankan jika Yahudi mampu bersembunyi di dalam pohon tersebut. Dengan kemampuan ilmu sihir yang mereka punyai maka hal tersebut lumrah saja. Dan ilmu sihir yang diwariskan semenjak dari zaman Fir'aun di Mesir ini masih dapat kita saksikan bersama pada hari ini meski kita belum menyaksikan Yahudi bersembunyi di pohon Ghorqod tersebut. Dan bagian dari ilmu sihir tersebut dapat kita saksikan dalam atraksi menembus tembok Cina oleh David Copperfield. Silakan menyaksikan atraksinya dalam video di bawah ini.



Dalam video tersebut David Copperfield membuka sedikit bagaimana cara Yahudi mampu menembus sesuatu benda padat. Dengan ilmu sihir yang dikemas secara entertainment itu, David Copperfield sejatinya membenarkan hadits Nabi bahwa Yahudi memiliki kemampuan tersebut.

Selanjutnya penulis sempat ditanya oleh seseorang, apakah pembunuhan Yahudi di Palestina hingga berdampak pada wanita dan anak-anak? Jawaban penulis adalah ya, demikianlah.

Bukan karena kaum muslim keji membunuh wanita dan anak-anak, tetapi watak Yahudi yang keras kepala dan sombonglah yang menyebabkan demikian. Bagaimana bisa terjadi demikian?

Pembaca yang budiman, skenario menurut penulis, yang terjadi seperti berikut. Ketika kaum muslim menguasai tanah Palestina, Yahudi tunggang langgang bersembunyi di mana saja mereka mampu akan tetapi semua benda di sana memberi tahu keberadaan mereka. Entah dengan bahasa manusia atau bahasa batin, kontak komunikasi antara kaum muslim dengan seluruh benda di sana terjadi sebagai akibat kutukan Allah yang kedua bagi Yahudi.

Selanjutnya, semua Yahudi bersembunyi di pohon, , baik itu pria, wanita maupun anak-anak dan terutama para pentolan zionis. Lalu kaum muslim menemukan pohon ini. Kemudian kaum muslim memberi mereka tiga pilihan yaitu:

  1. Keluar dari pohon dengan selamat lalu masuk Islam, jika tidak mau
  2. Keluar dari pohon dengan selamat tetapi terusir secara selamanya dari tanah Palestina, jika tidak mau
  3. Pohon akan ditebang sampai batas waktu yang dberikan

Dasar watak keras kepala dan sombong Yahudi, mereka sama sekali tidak mau keluar dari pohon. Prinsip mereka lebih baik mati daripada masuk Islam atau terusir dari tanah Palestina, persis seperti watak Iblis yang tidak mau menghormati Nabi Adam untuk bersujud dan lebih baik masuk neraka selama-lamanya.

Oleh sebab inilah, kaum muslim terpaksa menebang pohon tersebut setelah batas waktu yang diberikan tidak mereka indahkan. Akibatnya adalah sangat fatal, generasi Yahudi zionis di Palestina tumpas hingga ke akar-akarnya.

Demikianlah skenario yang terjadi. Satu hal yang pasti, pohon Ghorqod adalah ilmu sihir penyelamat akhir nasib Yahudi di Palestina sebelum akhirnya mereka tertumpas habis oleh kaum muslim. Walahualam bishowab.


 


 


 


 


 


 


 

Selasa, 10 Februari 2009

Kisi-Kisi UAN Bahasa Inggris 2009

No

Standar Kompetensi Lulusan

Kemampuan Yang diuji

1

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu dan

  

informasi rinci dari sebuah percakapan

LISTENING (Mendengarkan)

Memberikan respons yang tepat terhadap percakapan

Memahami makna teks lisan berbentuk teks

yang berisi ungkapan simpati, rasa suka/tidak suka,

fungsional pendek, percakapan dan teks

undangan, permintaan/ pemberian dan penolakan

monolog sederhana berbentuk naratif

izin, serta kepuasan/ ketidakpuasan yang diperdengarkan

(narrative, recount, news item) dan

Menentukan gambar yang tepat sesuai dengan

deskriptif (report, descriptive, explanation)

informasi yang ada di dalam percakapan

dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Menentukan gambar yang sesuai dengan teks

  

monolog yang diperdengarkan

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,dan

  

informasi rinci dari sebuah teks monolog yang

  

diperdengarkan

2

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

  

informasi rinci tersurat, informasi rinci tersirat,

  

makna kata dari teks tertulis seperti teks fungsional

  

pendek berbentuk announcement

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

  

makna kata, tujuan komunikatif dari teks tertulis

  

fungsional pendek berbentuk letter

  

Menentukan informasi tertentu, gambaran umum,

  

makna kata, tujuan komunikatif dari teks tertulis

READING (Membaca)

fungsional pendek berbentuk advertisement/brochure

Memahami nuansa makna di dalam teks

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

tertulis seperti teks fungsional pendek dan

informasi rinci tersurat, pikiran utama paragraf

esai berbentuk naratif (narrative, recount,

tertentu, pesan moral, tujuan komunikatif, makna

news item), deskriptif (report, descriptive,

kata informasi tersirat, rujukan kata dari teks tertulis

explanation) dan argumentatif (exposition,

berbentuk essai narrative

discussion) dalam konteks kehidupan

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

sehari-hari.

informasi rinci tersurat, makna kata dari teks tertulis

  

berbentuk news item

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

  

informasi rinci tersurat, pikiran utama, makna kata,

  

informasi tertentu dari teks tertulis berbentuk recount

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

  

tujuan komunikasi, informasi rinci tersurat dari teks

  

esai berbentuk report

  

Menentukan gambaran umum, makna kata, informasi

  

tertentu, informasi rinci tersurat dari teks esai

  

berbentuk descriptive

  

Menentukan gambaran umum, informasi tertentu,

  

tujuan komunikasi, informasi rinci, makna kata dari

  

teks esai berbentuk exposition

  

Menentukan gambaran umum, informasi rinci

  

tersurat, informasi tertentu, makna kata, informasi

  

tersirat dari teks esai berbentuk discussion

  

Menentukan gambaran umum, rujukan kata dari teks

  

esai tertulis berbentuk message

Jumat, 30 Januari 2009

Fenomena Aha Eureka dan Sholat: Perpaduan Sempurna anatara Pikir dan Zikir (3, terakhir)

Terima Kasih kepada Anda yang telah membaca artikel penulis sebelumnya dan berharap agar artikel ini diterbitkan. Penulis mohon maaf karena kesibukan di kantor menyebabkan baru kali ini penulis menerbitkan kepada Anda, pembaca yang budiman, artikel berseri ini. Selamat membaca dan selamat ber-aha eureka!
Dalam tulisan sebelumnya, ada pernyataan begini: Toh tanpa sholat lima waktu saya merasa tentram dan hidup saya pun berpikir dengan baik dan bersikap tenang, untuk apa saya harus capek-capek melakukan sholat!
Pembaca yang budiman bersiaplah untuk menemukan jawaban dahsyat untuk pernyataan di atas. Bacalah ayat berikut ini:
يَاأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ {27} ارْجِعِي إِلىَ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَةً {28} فَادْخُلِي فيِ عِبَادِي {29} وَادْخُلِي جَنَّتِي {30}
Hai jiwa yang tenang. (QS. 89:27)
Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. (QS. 89:28)
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, (QS. 89:29)
dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. 89:30)

Secara sederhana ayat di atas membantah pernyataan bahwa orang-orang yang hidup tenang dalam keadaan alfa selama di dunia tapi tidak melalui jalan seperti apa yang penulis paparkan sebelumnya maka keadaan alfanya hanya selama keberadaanya di dunia saja, tetapi di akhirat nanti dulu. Hanya orang-orang yang melalui tahapan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saja maka keadaan alfanya di dunia dan akhirat. Mengapa demikian?

Jika Anda membaca ayat di atas maka ayat tersebut memanggil dengan mesra orang-orang yang dalam keadaan alfa/tenang di akhirat bukan di dunia. Dengan demikian jika Anda sholat dengan baik maka Anda akan meraih keadaan alfa dunia dan akhirat. Yang perlu diingat adalah keadaan alfa di akhirat ini hanya masing-masing kita yang akan mengetahuinya, dan ini terjadi pada saat bagaimana keadaan ruh kita dijemput oleh malaikat maut. Apakah ruh kita dalam keadaan alfa atau tidak. Dan Andalah yang mulai berkarya untuk menuju ke sana mulai saat ini juga.

Ayat di atas juga sebagai jawaban bantahan untuk orang-orang yang berpahaman iling yang hanya sekedar mengingat Tuhan tetapi tanpa melalui sholat. Dan ayat ini juga menjadi bantahan bagi yang melakukan teknik yoga sebagai jalan menuju keadaan alfa sementara ia adalah muslim. Bagi seorang muslim cukuplah dengan sholat dan zikir ajaran Rasulullah sebagai jalan menuju keadaan alfa, dan bukan dengan teknik yang lain. Jika Anda mengunjugi situs www.superbrainyoga.org maka Anda akan diantar bagaimana membuat otak Anda menjadi powerful melalui teknik yoga. Boleh jadi benar melalui teknik yoga kita sampai ke keadaan alfa yang hebat tetapi untuk mencapai keadaan alfa di akhirat nanti dulu. Yoga, meski saat ini dipoles hanya merupakan gerakan tubuh seperti olahraga, adalah ritual khusus agama Hindu untuk menuju Moksa.

Yoga, olah tubuh ala agama Hindu

Kembali permasalahan sholat, pada saat ini banyak sekolah-sekolah yang mulai tergiur dengan teknik mind-mappingI dalam metode pembelajaran. Penulis sebagai praktisi pendidikan juga mendapatkan hal yang sama di institusi penulis sendiri. Apa yang didapatkan oleh penulis di institusi adalah melalui buku karya Adam Khoo “I am Gifted So Are You!” ini member motivasi bahwa seseorang itu memiliki bakat yang terpendam. Dan Adam Khoo juga mengupas sedikit bagaimana powerfulnya otak kita. Dengan teknik mind-mapping sebagai metode belajar sistem hapalan, Adam Khoo memberi model mid-mapping¬-nya sesuai karya Tony Buzan.


Dalam buku tersebut disebutkan betapa supernya otak kita untuk menghapal sesuatu. Saat itu di institusi penulis diadakan pelatihan akan hal ini, dan kami mencoba untuk mengingat kembali apa yang kami pelajari. Dan selanjutnya dari ucapan pelatih, ia mengatakan bahwa Tony Buzan memiliki daya ingat yang luar biasa dalam menghapal sekitar 100 identitas mahasiswanya. Dan ini contoh bagaimana teknik ini begitu hebat untuk membantu seseorang mengingat sesuatu.

Sampai di sini, ketika penulis mendapatkan waktu untuk berbicara, penulis menceritakan bagaimana powerful-nya daya ingat para imam besar umat Islam seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Syafii dan yang lain-lain dalam menghapal hadits. Penulis mengambil contoh bagaimana powerful-nya Imam Bukhari dalam menghapal ribuan hadits Nabi. Dan ketika beliau diuji oleh para ulama akan hapalannya, yang menjadi luar biasa adalah beliau mampu membetulkan letak kalimat-kalimat hadits (matan hadits) meski diacak oleh para ulama, dan ini ribuan hadits yang diacak untuk mengetes beliau sampai seberapa baik daya ingatnya. Fantastisnya, Imam Bukhari mampu memperbaiki semua matan hadits yang telah diacak tadi oleh para ulama tadi meski jumlah hadits yang dites ribuan.

Apa yang dialami oleh Imam Bukhari dalam daya ingat yang luar biasa juga dialami oleh Imam Muslim. Berbeda dengan Imam Syafii yang secara tradisional adalah berbangsa Arab yang memiliki kemampuan hapalan secara turun temurun melalui cerita lisan baik itu silsilah keluarga atau cerita rakyat, maka Imam Bukhari tidak demikian. Imam Bukhari lahir bukan dari bangsa Arab, tapi memiliki daya ingat yang luar biasa. Adapun Imam Syafii, secara sosiologi beliau memiliki kemampuan daya ingat hebat ditambah lagi dengan kebersihan hati dan keajegkan beliau berinteraksi dengan Al Qur’an maka menjadikan beliau Imam yang disegani.

Ini semua berawal dari keadaan alfa mereka yang powerful yaitu sholat dan zikir yang lain seperti membaca Al Qur’an dan puasa. Dengan powerful zikir ini menghadirkan kepada kita bagaimana prestasi berkarya mereka baik melalui hadits maupun tafsir hingga hari ini.

Kembali ke teknik mind-mapping yang memberi metode belajar dengan daya ingat, sebenarnya kalau para siswa semenjak dini didik untuk selalu membaca dan menghapalkan Al Qur’an maka daya ingat mereka sangat powerful dan tidak perlu lagi membutuhkan teknik mind-mapping untuk mengingat sesuatu. Hal ini sudah terbukti oleh banyak ilmuwan muslim masa lalu yang jauh masa hidupnya dengan Tony Buzan.

Kembali ke masalah sholat. Dalam sholat ada istilah untuk melakukan gerakan sholat dengan tumaninah. Sebenarnya kata ini berarti dengan tenang. Artinya jika kita telah melakukan sholat tapi dengan tidak tumaninah maka sholat kita belum sampai ke perwujudan tumaninah atau dalam keadaan alfa. Ini sebabnya pula dalam sholat kita benar-benar membaca do’a dengan tenang, gerakan dengan tenang, membaca ayat dengan tenang. Jika apa yang kita lihat tradisi sholat tarawih selama ini dengan 23 rakaat banyak yang melakukannya dengan cepat dan cenderung untuk tidak tumaninah. Ibarat mengejar target jam sekian harus sudah selesai 23 rakaat sholat tarawin tersebut. Akibatnya adalah selepas bulan Ramadhan maka efek dahsyat dari sholat pun belum tampak karena sholat yang tidak tumaninah tadi. Efek dahsyat dari sholat selain keadaan alfa adalah mencegah seseorang untuk menuju ketidak-tenangan sosial yaitu amar ma’ruf nahi munkar: Al Ankabuut 45

إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ

Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan kei dan munkar.

Sholat (lima waktu) merupakan satu-satunya ibadah wajib yang harus dikerjakan selama otak kita sadar, meski anggota tubuh yang lain sudah tidak berfungsi. Jika seseorang tidak bisa sholat dengan berdiri maka ia diperbolehkan duduk, jika tidak bisa duduk maka berbaring, jika terbaring semua anggota tubuh tidak berfungsi untuk digerakkan maka dalam hati dan inilah tingkat terakhir untuk mengerjakan sholat demi perwujudan kita sebagai hamba Allah. Dan ini juga menyatakan bahwa otak kita benar-benar sebagai pusat kesadaran untuk beribadah untuk meraih keadaan alfa dunia – akhirat.

Tetap sholat selalu meski di atas padang pasir

Pembaca yang budiman, otak sebagai makhluk Allah yang hebat ini juga diisyaratkan sebagai mahkota manusia. Ia berada di paling atas dari anggota tubuh kita. Begitu terhormatnya otak ini maka manusia yang telah jadi mayat pun ketika disholatkan maka posisi imam harus berada di bagian kepala sang mayat. Ini menunjukkan sebagai penghormatan manusia atas kehebatan dirinya melalui otak. Sementara untuk wanita posisi imam berada di bagian perut menunjukkan penghormatan posisi wanita atas rahimnya yang penuh dengan kasih sayang.

Otak kita benar-benar hebat

Itu sebabnya manusia harus sholat dan sujud kepada Allah agar posisi kepalanya yang tadinya di posisi teratas harus menjadi posisi terbawah ketika sedang sujud. Ini menunjukkan tiada artinya otak manusia ini dihadapan penciptanya yaitu Allah subhanuwatalla. Dan dalam haji pun umat Islam harus mencukur rambutnya sebagai perwujudan “mahkota” kepala harus “diruntuhkan” demi perwujudan hamba yang sempurna setelah melakukan rangkaian ibadah haji.

Sekali lagi, meski di Barat ada teknik belajar cepat dengan mengoptimalkan kemampuan otak (bagian kanan terutama) dengan mind-mapping sejatinya umat Islam telah memiliki bekal hebat melalui sholat dan Al Qur’an. Dengan demikian kita akan selalu diberi “sesuatu” oleh Allah ketika kita menghadapi masalah yang belum terjawab dalam pengetahuan dengan seruan klasik ala Archirmedes: Aha Eureka!

Jika Ibnu Sina bisa kenapa kita tidak bisa? Lebih rendah lagi, jika Tony Buzan bisa mengapa kita tidak lebih baik dari dia? Jika Tony Buzan tidak sholat dan membaca Al Qur’an bisa mengapa kita tidak bisa? Jika Archimedes seorang pagan bisa mengapa kita tidak bisa ber-aha eureka?

Anda bisa dan pasti bisa dan juga saya. Kuncinya adalah mengoptimalkan otak kita dengan sholat dan Al Qur’an maka aha eureka! Akan hadir di otak kita. Sebagai penutup mari kita renungkan kalimat indah dari Imam Syafii yang beliau dapatkan dari gurunya, Waqi’:

Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.

Semoga ini bermanfat untuk saya dan Anda. Terima kasih, Allahu Akbar! Selamat ber-aha eureka! Selalu!

(Artikel ini akan berlanjut tentang puasa dan fenomena aha eureka!. Selamat menunggu)

Minggu, 14 Desember 2008

Fenomena Aha Eureka dan Sholat: Perpaduan sempurna antara Pikir dan Zikir (2)

Bagaimana kaitan sholat dengan sebuah kreativitas seseorang? Betulkah sholat menghasilkan sebuah pikiran yang mampu meledakkan sebuah ide yang dahsyat?

Pembaca yang budiman, artikel ini akan menjawab dua pertanyaan di atas. Sebelumnya penulis mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah member komentar atas artikel pertama penulis. Sebagai ucapan terima kasih kembali kepada Anda semua yang telah membaca artikel sebelumnya, penulis melanjutkan kelanjutan artikel pada edisi ini.

Sebelum kita menengok kaitan sholat dengan sebuah kreativitas, ada baiknya jika kita menengok otak kita yang penuh misteri tersebut. Kita hidup di zaman teknologi yang begitu canggih dan yang terus mengalami pembaruan-pembaruan, dan itu semua diciptakan oleh otak dari sebuah ide yang terlintas di dalamnya. Namun, uniknya adalah meski semua manusia memiliki kesamaan otak secara biologis, tidak semua di antara kita mampu menciptakan sebuah ide brilian atau sebuah rumus yang sama atau lagu yang sama . Ambil contoh nyata adalah pemusik hebat Kitaro. Jika Anda adalah seorang musisi hebat, dan juga mencintai suasana alam yang indah, penulis yakin Anda tidak mungkin menciptakan sebuah lagu yang sama persis seperti yang dibuat oleh Kitaro meski Anda duduk di sebuah kolam ikan Koi dan nada musik pun tidak berubah dari do,re,mi,fa,sol,la,si,do. Aneh tapi nyata.

Keanehan otak inilah menjadi misteri tetapi juga menghasilkan jutaan ide yang hebat yang pernah dihasilkan oleh manusia. Sebuah lampu yang menyala di kamar kita ternyata berawal dari sebuah ide sederhana Thomas Alva Edison dengan pencapaian melalui percobaan yang tidak kenal lelah. Lalu, bagaimana ide dahsyat ini terjadi?

Hans Berger, seorang ahli saraf dari Jerman pada 1924 berhasil merekam gelombang listrik otak dalam selembar kertas yang mana gelombang ini telah diketahui sebelumnya sejak 1875 di mana seorang dokter Inggris, Richard Caton mencatat adanya gelombang ini. Ternyata dalam otak terdapat aliran listrik dan listrik ini menghasilkan gelombang otak yang memiliki frekeunsi tertentu, tergantung pada keadaan kita sendiri.

Ada empat jenis gelombang otak yang telah direkam oleh para ahli. Keempat gelombang tersebut sangat terkait dengan keadaan emosi kita. Keempat gelombang tersebut adalah delta, teta, alpha, dan beta. Gelombang delta memiliki frekuensi antara 0,5-3,5 Hz. Gelombang ini terjadi ketika kita sedang tidur pulas dan tidak mengalami mimpi. Otak kita pada saat ini benar-benar "tidak bekerja". Dan keadaan delta ini sangat baik dalam proses penyembuhan penyakit. Oleh sebab itu ada beberapa obat yang menggunakan obat tidur agar otak turut istirahat sekaligus membantu tubuh untuk tidak bekerja keras dalam keadaan sakit.

Gelombang kedua adalah teta. Kisaran frekuensinya adalah 3,5-7Hz. Pada saat kita tidur dan mengalami mimpi maka pada saat itu otak kita dalam keadaan teta. Keadaan teta ini juga baik untuk penyembuhan penyakit. Keadaan mimpi ini pula mampu mengantar manusia ke sebuah alam 'kreatif' yang tanpa ia rekayasa sendiri. Sebuah ide hebat dapat muncul dari tidur dan mengalami mimpi ini, sebab otak pada saat itu bekerja secara baik, jernih dan bening. Mimpi memang 'bunga tidur', tetapi jika mimpi itu dihasilkan oleh manusia tertentu yang mengalami kondisi sadar yang baik seharian maka mimpinya adalah sebuah "alam aktif" yang ia sendiri tidak menciptakannya sendiri. Mimpi para nabi dan orang sholeh merupakan contoh tepat untuk otak dalam keadaan teta ini, seperti mimpi Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Yusuf a.s. Dan mimpi hingga kini menjadi misteri para ahli, sebab bagaimana bisa seseorang dapat menghasilkan ide hebat sementara ia sendiri 'tidak aktif' berpikir karena sedang tidur pulas. Juga mimpi ini menjadi pertanyaan yang sama pada binatang yaitu apakah semua binatang juga mengalami mimpi?

Gelombang ketiga adalah alfa. Gelombang inilah yang akan menjadi pokok pembicaraan kita dalam artikel dan bagaimana hubungannya dengan sholat, oleh karena itu kita tinggalkan sementara gelombang ini.

Gelombang keempat adalah beta. Secara umum, ketika kita dalam keadaan terjaga, dan ketika pikiran kita dalam keadaan siaga, maka otak kita dalam keadaan beta. Namun, gelombang ini juga terjadi jika pikiran kita kacau pada sesuatu masalah, atau kita dalam keadaan bingung, sulit berkonsentrasi, stress, frustasi, cemas, gelisah dan sebagainya. Hal ini dikarenakan frekuensi beta di kisaran di atas 13 Hz. Jika semakin besar frekuensinya maka keadaan otak benar-benar bekerja hebat secara 'rumit' untuk berpikir.

Kini kita kembali ke gelombang alfa. Gelombang ini berkisaran 7-13 Hz. Sebuah gelombang yang menjadi idaman bagi masyarakat perkotaan atau bagi mereka yang dilanda kekacauan berpikir, masalah berat dan stress.

Gelombang alfa adalah keadaan pada saat kita sadar sementara otak mengalami relaksasi yaitu otak sedang santai, tidak berpikir "bercabang" tetapi otak pada saat ini juga siap meledakkan sebuah ide hebat yang timbul secara tiba-tiba. Masih ingatkah Anda pada cerita Archimedes di artikel pertama penulis? Archimedes berteriak "Aha eureka!" ketika ia sedang dalam keadaan alfa. Membiarkan dirinya berendam di dalam air, memanjakan dirinya setelah lelah berpikir, membiarkan otaknya santai sejenak karena lelah mencari jawaban yang juga belum ketemu, dan berrelaksasi sejenak, Archimedes menjadi seorang hebat ternama hingga kini hanya karena ia dalam keadaan alfa.

Aha Eureka! Archimedes berhasil mendapatkan jawaban. Ini terjadi setelah ia berpikir rumit atau ia dalam keadaan frekuensi di atas 13 Hz, lalu ia memutar gelombang otaknya turun ke kisaran 8 Hz, terjawablah pertanyaan raja yang sederhana tetapi membutuhkan jawaban yang cerdas. Jelas, proses yang dialami Archimedes adalah proses yang panjang untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Lalu apakah ini bisa diraih oleh kita melalui sholat? Pembaca yang budiman bersiaplah untuk ber-aha eureka!, karena Anda akan diantar pada mukjizat Al Qur'an yang belum diangkat oleh penulis lain.

Gelombang Alfa, Sholat dan Kreatifitas

Aha Eureka ya Allah! Ini pula yang penulis ucapkan dalam hati ketika membaca ayat-ayat Al Qur'an yang dibuktikan kebenarannya secara nyata dan ilmiah oleh mereka yang tidak atau belum beriman pada Al Qur'an. Sebagai pengantar penulis mengajak kepada Anda satu ayat Al Qur'an yang begitu dahsyat, powerful dan begitu high tech di masa mendatang nanti. Bacalah ayat berikut ini, ingat ayat ini turun di abad ke-7, dan kita hidup di abad ke-21:

سَنُرِيهِمْ ءَايَاتِنَا فِي اْلأَفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk (makrokosmos) dan pada diri mereka sendiri (mikrokosmos) , sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur'an itu benar. (QS 41: 53)

Pembaca yang budiman ayat di atas terbukti pada penelitian otak lebih khusus pada pembicaraan kita ini, gelombang alfa. Mari lanjutkan baca ayat berikut ini:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. 13:28)


 

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي

dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)


 

Kini mari kita menuju bagaimana powerfulnya Al Qur'an dalam masalah gelombang alfa ini.

Seorang dokter Amerika, Herbert Benson yang sering berkunjung ke Tibet dan mempelajari teknik yoga, dalam situs resminya mengatakan bahwa kesehatan tubuh manusia sangat tergantung pada sejauh mana otaknya mengalami relaksasi. Sebagai seorang dokter yang hidup di sebuah negara besar dan berteknologi tinggi, Herbert Benson menyatakan bahwa metabolism tubuh yang baik sangat tergantung pula pada sejauh mana otaknya dalam keadaan alfa. Para pasien Herbert Benson yang pada umumnya mengalami keadaan stress disarankan olehnya untuk berelaksasi dengan teknik yoga atau meditasi. Meditasi ini dapat membangkitkan respon relaksasi. Ingatlah bahwa kata relaksasi dari bahasa Inggris yaitu relax yang menurut kamus Collins yaitu : feel more calm, less worried or tense. Sedang menurut Oxford relax adalah make or become less tense atau cause a limb or muscle to become less rigid. Secara singkat kata relaks diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah keadaan tenang. Dan kata inilah kata kunci kita menuju powerfulnya Al Qur'an.


 

Pembaca yang budiman bacalah kembali ayat di atas. Kata kunci di ayat tersebut adalah iman, tenteram atau keadaan tenang, dan mengingat Allah (zikirullah). Tiga kata kunci ini dibuktikan langsung oleh Herbert Benson dalam konteks gelombang alfa.

Kembali ke situs resmi Herbert Benson, ia member tahapan-tahapan relaksasi sebagai berikut:

  1. Pilih kalimat pendek.
  2. Duduk tenang dalam posisi nyaman
  3. Tutup mata perlahan
  4. Kendurkan otot tubuh
  5. Tarik napas perlahan dan teratur. Secara bersamaan, ulangi kata atau kalimat yang menjadi fokus.
  6. Lakukan selama sepuluh atau dua puluh menit
  7. Saat usai, jangan langsung berdiri. Teruslah duduk tenang selama satu menit atau lebih.
  8. Lakukan kegiatan ini minimal satu kali sehari


 

Apa yang Herbert Benson sarankan melalui terapi meditasi telah jauh diajarkan lebih dahulu oleh Rasulullah melalui sholat dan zikir setelah sholat. Dan ini wajib dilakukan minimal lima kali sehari, mengisyarakat kepada kita agar kita terus menjaga otak kita untuk selalu dalam keadaan alfa yang powerful.


 

Pembaca yang budiman, jika Anda seorang warga Amerika, tinggal dekat klinik Herbert Benson dan mengalami stress, penulis yakin Anda akan mengunjungi beliau untuk mengatasi masalah Anda dengan teknik meditasi yang beliau ajarkan. Tetapi jika Anda seorang yang beriman, menjaga sholat Anda dan mengalami sebuah masalah pelik, penulis yakin Anda cukup berzikir kepada Allah baik melalui sholat atau berzikir diluar sholat maka permasalhan pelik tadi tidak akan bernaung di otak Anda karena Anda selalu dalam keadaan alfa.

Dengan sholat, kita menjaga otak kita selalu dalam keadaan alfa, dan yang perlu diingat adalah sholat yang sesuai diajarkan oleh Rasulullah. Jika selama ini kita sholat tetapi masih risau pula hati kita dan permasalahan yang ada selalu menghantui kita maka yang perlu diperiksa terlebih dahulu adalah bagaimana kualitas sholat kita. Sudahkah sempurna dalam berwudhu, pelaksanaan sholat, bacaan sholat, gerakan sholat, dan juga niat yang ikhlas? Jika semua sudah sempurna, penulis percaya permasalahan duniawi yang pelik akan menjadi hal yang tidak berarti di otak kita. Hal ini disebabkan kita mendapat ketenangan dari Allah melalui malaikat-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلاَئِكَةُ أَلآتَخَافُوا وَلاَتَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS. 41:30)


 

Ketenangan atau dalam bahasa ilmiah tentang otak adalah dalam keadaan alfa akan terjadi jika kita tetap berzikir kepada Allah di mana saja kita berada. Lidah Nabi Muhammad SAW tidak pernah berhenti berzikir kecuali di dalam kamar mandi, oleh karena itu setelah keluar dari kamar mandi beliau mengucapkan gufronaka yang artinya "ampunilah kami" karena lidah beliau selama di kamar mandi tidak berzikir, kecuali hati saja. Luar biasa. Dan bagaimana powerful zikir Rasulullah kepada Allah dapat kita lihat dalam sejarah ketika beliau berhijrah ke kota Madinah. Ada dua kali situasi genting Rasulullah bersama Abu Bakar Ash Shiddiq, dan kedua situasi genting tersebut beliau hadapi dengan tenang atau beliau dalam keadaan alpha yang powerful. Bacalah ayat berikut:


 

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْأَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْهُمَا فِي الْغَارِ إِذْيَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَتَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {40}

Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:"Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita". Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 9:40)


 

Situasi pertama ini terjadi di dalam gua Tsur pada saat dikejar oleh kaum kafir Quraish. Situasi kedua adalah ketika Nabi sedang duduk beristirahat menjelang sampai di kota Madinah, tiba-tiba muncul Suraqah, salah satu kaum kafir Quraish menghunus pedang persis di dada Rasulullah sambil berkata: " Hai Muhammad kini siapa penolongmu dalam situasi begini?". Dengan penuh ketenangan dan mantap Nabi menjawab satu kata saja: "Allah". Tiba-tiba terlepas pedang tersebut dari tangan Suraqah dan ia pun jatuh lemas tak berdaya.

Bagaimana dengan kita?

Keadaan alfa dapat kita raih secara baik melalui sholat. Hal ini disebabkan pada saat kita sholat kita terfokus pada bacaan-bacaan yang menurut Herbert Benson di atas mampu menghambat kerja system syaraf simpatis yang mengatur kecepatan denyut jantung, nadi dan metabolism. Dengan keadaan demikian maka aliran darah ke otak menjadi lancer dan baik lalu membuat otak dapat berpikir dengan jernih. Jika ia adalah imuwan yang menekuni bidang berkaitan dengan ayat-ayat kauniyah (makhluk-makhluk ciptaan Allah di alam semesta) maka ide sederhana mampu menciptkan karya hebat. Tengok saja berapa banyak ilmuwan muslim yang hingga kini menjadi rujukan ilmuwan barat. Ambil contoh yang mudah adalah Ibnu Sina. Karyanya hingga kini merupakan 'kitab suci' yang wajib dipelajari bagi ilmu kedokteran di barat.

Keadaan alfa dan sholat kemudian kreatifitas berpikir akan ayat-ayat kauniyah ini dijuluki oleh Allah dengan istilah terhormat "Ulul Albab". Bacalah ayat berikut ini:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لأَيَاتٍ لأُوْلِي اْلأَلْبَابِ {190} الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ رَبَّنَا مَاخَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)

Demikianlah apa yang dinyatakan dalam Al Qur'an. Lalu jika ada pertanyaan, mengapa umat Islam saat ini jauh tertinggal dalam ilmu pengetahuan jika sholat memang menghadirkan sebuah kreatifitas tinggi? Jawabannya memang tidak sederhana. Tetapi mari kita tengok diri kita masing-masing, sudahkah kita sholat secara sempurna baik itu dari wudhu, pelaksanaan sholat, bacaan sholat, gerakan sholat, waktu sholat tepat waktu, berjamaah (terutama sholat shubuh) di masjid dan niat ikhlas karena Allah? JIka sudah mari kita tanyakan lagii pada diri kita sudahkah kita makan dan minum atau mencari rizki yang halal untuk darah kita yang mana darah tersebut mengalir ke otak? Jika sudah, mari kita bertanya lagi sudahkah kita mencintai ilmu sebagaimana para ilmuwan muslim dulu yang tidak mengenal lelah membaca, belajar mencari ilmu, meneliti dan berdiskusi hanya karena Allah? Jika sudah, mari bertanya berapa banyak kita membaca Al Qur'an daripada membaca Koran atau membaca buku? Jika sudah, mari kita bertanya sudahkah kita banyak berpuasa sunah seperti yang diajurkan oleh Rasulullah? Penulis akan membahas dalam artikel yang lain bagaimana kaitan puasa dan gelombang alfa ini.

Penulis yakin jika semua di atas telah dilakukan maka ketekunan dan keajegkan dalam keilmuwan akan mengantarkan umat Islam ke era yang hebat.

Yakinlah hal itu tinggal menunggu waktu jika memang umat Islam yakin pada apa yang ia kerjakan lima kali sehari: sholat.

Lalu ada pertanyaan begini: toh tanpa melalui sholat atau zikir seseorang bisa dalam keadaan alfa (tenteram), mengapa harus capek-capek mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari, sedangkan hanya sekali melakukan teknik meditasi, katakanlah yoga, di pagi hari saja sudah cukup seseorang menuju gelombang alfa?

Pembaca yang budiman, silakan menunggu jawaban yang begitu dahsyat untuk pertanyaan di atas pada artikel selanjutnya. Ingatlah, kini banyak di kota-kota besar seperti Jakarta membuka klinik meditasi melalui yoga untuk berelaksasi dan mengatasi stress.

Artikel selanjutnya akan mengantar Anda ke Aha Eureka! yang lebih dalam lagi. Selamat menunggu dan teruslah ber-aha eureka! Allahu Akbar!