Selasa, 27 November 2007

Lord of The Rings dan Hadits Nabi tentang Dajjal : Sebuah Kebetulan?


The Lord of The Rings merupakan satu-satunya film hingga kini yang meraih piala Oscar untuk kategori film terbaik yang bukan berdasarkan cerita nyata kehidupan manusia. Film ini telah membuat sejarah sebagai film yang meraih Oscar terbanyak setelah film legendaris Ben Hur. Banyak hal yang menarik dari film ini. Penulis mencoba untuk menggali apa yang tersirat dari buah pikir JRR Tolkien ini. Boleh jadi salah atau boleh jadi benar, yang jelas film ini penuh dengan makna filosofi yang dalam. Sebagai penggemar film ini,-penulis telah menontonnya lebih dari lima kali- ,film ini memberi "inspirasi kreatif" penulis untuk mencoba menyajikannya kepada Anda.
JRR Tolkien menulis novelnya ini boleh jadi, sekali lagi boleh jadi, mengutip isi-isi hadits Nabi tentang Dajjal. Mengapa demikian? Karena konsep sosok Dajjal dalam hadits Nabi adalah bermata satu yang merupakan sosok yang memiliki kekuatan sihir dan menguasai pola pikir manusia yang lemah imannya. Dan sosok Dajjal dalam film The Lord of The rings ini adalah Sauron Si Mata Satu.
Si Mata Satu Sauron yang berapi yang menandakan kebencian, kemarahan dan kegelapan hidup manusia. Jika Anda meneliti sifat-sifat Dajjal dalam hadits-hadits Nabi maka Anda akan menemukan sosok yang sama dengan Sauorn dalam film ini. Apakah sebuah kebetulan? Silakan Anda yang menilai. Tetapi yang jelas sosok Sauron dalam film ini sangat-sangat jelas memberi tampilan sosok Dajjal dalam hadits Nabi. JRR Tolkien boleh jadi mengambil ide cemerlang untuk novelnya ini dari hadits Nabi. Seandainya benar demikian, maka apa yang ditampilkan dalam film ini tentu menjadi bahan renungan kita bahwa memang dunia ini akan dikuasai ole Dajjal Si Mata Satu. Dan keruntuhan Dajjal hanya bisa dilawan dengan kebersamaan seperti yang ditampilkan dalam trilogy pertama The Fellowship of The Rings.
Dajjal yang ditampilkan oleh JRR Tolkien, jika penulis boleh mengatakan demikian, memiliki tentara-tentara yang bersosok "setan" dan "gelap". Dan yang unik adalah tentara "setan" ini hanya dapat dikalahkan oleh "setan" juga, yaitu ketika Aragorn meminta bantuan "makhluk yang terkutuk" di dalam gua.
Untuk mengalahkan Dajjal atau minimal tidak terpengaruh daya sihirnya, kita harus terbebaskan dari nafsu yang buruk atau dalam istilah Al Qur'an nafsu lawwaamah. Dan ini disajikan oleh JRR Tolkien dalam The Lord of The Rings.
Seperti yang diceritakan dalam film ini, siapa saja yang tergoda oleh nafsunya untuk menguasai cincin (dunia) maka ia mudah dikuasai oleh Sauron Si Raja kegelapan. Termasuk si Hobbit pembawa cincin, Frodo. Sosok Frodo yang innocent tampak tidak berdaya oleh nafsunya sendiri ketika akan menghancurkan cincin ke dalam api magma.
Cincin yang digambarkan dalam film tersebut adalah dunia kita ini. Siapa yang menguasai cincin maka ia adalah raja di raja. Dan Sauron memang ingin menjadi penguasa kegelapan yang tak terkalahkan. Kembali lagi ke sosok Dajjal dalam hadits, Sauron memiliki cahaya yang menyorot untuk memberi penerangan. Ini dapat dikatakan bahwa meski Sauron memiliki cahaya dan sejatinya cahaya adalah memberi penerangan dalam kegelapan, cahaya mata Sauron memberi penerangan untuk menuju kegelapan. Persis sepeti dalam hadits Nabi, Dajjal akan memberi dua pilihan api dan air. Dalam hadits tersebut, apinya Dajjal adalah sejatinya adalah air (surga) dan airnya adalah api (kesesatan dan kegelapan / neraka). Sebuah kebetulan lagi? Silakan Anda yang menilai.
Selanjutnya dalam hadits Nabi, semua kota di dunia ini takluk oleh Dajjal, kecuali dua kota, Makkah dan Madinah. Jika Anda menonton film ini, ada dua kota utama juga yaitu Gondor dan Rohan tetapi hanya kota Gondor yang tidak bisa ditaklukkan oleh tentara Sauron. Dan kota ini digambarkan dengan sosok warna putih yang mencolok. Putih memberi image suci. Maka Gondor adalah kota suci dengan dominasi bangunan putih di mana-mana.
Kemudian jika Anda menonton film ini maka Anda akan dibuat takjub dengan sosok kaum Elf. Kaum Elf dalam film ini begitu "tidak berambisius untuk menjadi raja" dalam kehidupan manusia. Istana mereka yang bagaikan sebuah kayangan jelas-jelas memebri image bahwa kaum Elf adalah sosok malaikat dalam konsep Agama samawi. Jika dikaitkan dengan sosok Dajjal maka kaum Elf praktis sebagai penolong kaum manusia untuk mengalahkan Dajjal dalam hal ini adalah Sauron. Coba cermati film tersebut. Sosok Elf memiliki kesaktian yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya. Malaikat dalam konsep agama Islam jelas tidak memiliki ambisi karena mereka tidak memiliki nafsu.
Satu hal lagi yang unik adalah mereka memiliki bahasa sendiri yang tidak dimengerti oleh manusia. Dan bahasa mereka adalah bahasa Elf itu sendiri.
Penulis sadar akan kekurangan ilmunya, tetapi inilah yang dapat ia sajikan kepada Anda. Jika Anda memang "terusik" dengan pemaparan di atas, maka cobalah Anda mengecek hadits Nabi tentang Dajjal lalu tonton dan cermati film The Lord of The Rings, maka Anda akan mendapatkan hal yang sama dengan apa yang penulis sajikan ini. Tapi yang jelas sosok Dajjal bermata satu dan Sauron bermata satu memiliki begitu banyak kesamaan-kesamaan. Tapi yang begitu membuat terusiknya pikiran penulis dari film ini adalah mengapa si raja yang kembali bangkit dalam episode "The Return of the King" adalah sosok Aragorn, nama yang hampir sama dari dinasti raja Spanyol Aragon yang membumi hanguskan umat Islam di Spanyol bersama ratu Isabel. Seperti yang tercatat dalam sejarah, Ferdinand II raja dari dinasti Aragon berhasil menaklukkan kejayaan umat Islam yang dipimpin oleh Sultan Muhammad XII pada 2 Januari 1429 Masehi. Dan ia kembali sebagai raja pertama yang kembali menguasai Spanyol setelah hampit 700 tahun lamanya umat Islam berjaya di sana. Apakah hanya sebuah nama atau memang ada maksud lain dari nama Aragorn di Lord of The Rings dengan Aragon di tanah Spanyol? Penulis belum mengetahui hal ini. Tapi yang jelas, film ini memberi banyak filosofi di dalamnya termasuk "kebetulan" dengan hadits Nabi tentang Dajjal.Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 14 November 2007

Syair-Syair Sufiku # 2


Senandung Cinta 2
Anak kecil
Berjalan pincang
Yang lahir sungsang
Dan dibuang
Entah salah apa ia
Lahir tanpa cinta bunda
Bersihkan mata batin
Ketololan kita
Terkadang bertanya
Mengapa Ia yang Maha Sempurna
Mencipta tubuh tidak sempurna
Tajamkan mata hati
Dalam setiap ciptaanNya
Penuh dengan cinta
Mati kita adalah cintaNya
Apalagi hidup ini
Sakit kita adalah cintaNya
Apalagi sehat ini
Kesulitan kita adalah cintaNya
apalagi nikmat ini
Api neraka adalah cintaNya
untuk yang beriman
agar tidak menjadi salah satu penghuninya
Apalagi surganya
Telaga Al Kautsar penuh dengan cintaNya
Apalagi bersua denganNya
Zikirkan hati
Kau akan temui Penguasa hati
Dengan sepenuh cinta

Syair-Syair Sufiku # 1


Senandung Cinta
Duhai diri
asyik mabuk
dirayu
wanita renta
Untuk mencari cintanya yang fana
tinggalkanlah pelukannya
Karena kelak
engkau pasti dalam pelukan cinta mesra
Bidadari di Surga
Duhai diri
Berharap menjadi penghui surga abadi
Bagaimana bisa
Jika langkahmu ke api
Penuh cinta akan uang
Sementara cintaNya kau buang
Duhai diri
Penuh selimut nafsu
Berharap meraih cintaNya yang tak pernah layu
Bagaimana bisa
Jika rindumu kau berikan ke nenek tua
Kau ingin bertemu Raja Arsy' di taman cinta

Senin, 12 November 2007

Dahsyatnya Pesona Nabi # 1


Suatu ketika ada iklan lowongan tenaga kerja di salah satu media cetak yang berbunyi: “Dicari seorang pekerja yang dapat diandalkan untuk posisi . . . . . .”. Dan iklan demikian hampir setiap hari kita temui di media cetak. Yang menarik adalah ada beberapa perusahaan yang mencari pegawai baru dengan kata-kata “dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan yang terbaru, dapat dipercaya”. Pertanyaannya adalah apakah sedemikian sulitnya kita mencari manusia-manusia yang dapat diandalkan, bertanggung jawab dan dapat dipercaya? Belum lagi dalam dunia kerja, terutama di bidang yang berkaitan dengan uang, selalu ada pertanyaan dari atasan: apakah anak buahku seorang jujur (dan pertanyaan yang sama pun timbul dari benak sang anak buah: apakah atasanku bukan seorang koruptor?).
Pembaca yang budiman, ketika Indonesia tampak masih terengah-engah untuk keluar dari krisis ekonomi maka ada yang beranggapan manusia-manusia yang ber-FAST bagaikan malaikat yang turun dari langit. Sebab ada ungkapan yang salah telah berakar di masyarakat kita yaitu mencari yang haram saja sulit apa lagi yang halal. Makna konotatif (makna yang tersirat) dari ungkapan salah itu adalah sudah sulit mencari manusia yang berbuat baik (halal). Dengan demikian sumber daya manusia (SDM) yang ada ini sudah sulit dapat diandalkan lagi. Apakah memang demikian? Tidak! Masih ada SDM yang ber-FAST yang dapat mengeluarkan kita dari krisis ini.
Apakah benar masih ada SDM yang ber-FAST? Lalu apa itu FAST? Apakah ia sebuah ijazah, kalau iya di manakah kita belajar untuk meraihnya? Atau apakah itu sebuah skill, kalau iya di manakah kita berlatih untuk menguasainya?
Pembaca yang budiman, penulis membiarkan Anda tergantung dalam pertanyaan di atas tentang FAST hingga Anda bertanya dulu pada diri sendiri: sampai di manakah potensi saya untuk berbuat sesuatu yang baik dan terpuji untuk krisis besar ini? Mengapa pertanyaan ini harus Anda ajukan dulu, sebab Allah berfirman dalam surat Ar Ra’du ayat 11: “Sunguh Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum tersebutlah yang merubah dirinya sendiri”. Demikianlah. Dan apalah arti dari sebuah perubahan tanpa starting point dari diri Anda sendiri.
SDM yang ber-FAST adalah impian semua orang terutama oleh sebuah perusahaan yang telah banyak memiliki para professional yang rata-rata lulusan dari universitas terkemuka dengan mengantongi ijazah minimal S-2. Sebab sebuah perusahaan dengan para professional tanpa FAST maka perusahaan tersebut secara perlahan akan mengalami kehancuran. Lebih besar lagi adalah negara tanpa FAST melahirkan presiden, menteri, hakim dan semua kompenen penting negara yang korup, serakah, bejat dan semua kata-kata yang anti FAST.
SDM ber-FAST adalah solusi dari permasalahan sosial yang komplek dan menjadi “sesuatu yang langkah” di zaman yang penuh dengan anti-FAST pada saat ini. Dan SDM ber-FAST adalah SDM yang dapat diterima oleh semua kelompok suku, ras agama dan golongan. Mengapa demikian? Sebab ia adalah keluhuran akhlak manusia yang memberi pencerahan bahwa manusia memang selayaknya mengolah dunia ini menjadi rahmatan lil ‘alamin.
Untuk memulai apa itu FAST, penulis meminta Anda untuk menilik sosok Nabi Muhammad yang telah diklaim oleh Allah sebagai manusia yang berakhlak paling mulia(Al Qolam :68). Nabi telah membangun FAST beliau dengan sempurna yang mana sebagai muslim kita wajib meneladani hal ini karena Allah berfirman:
“Telah ada suri tauladan yang baik untukmu pada diri Rasulullah bagi siapa saja yang berharap untuk bersua dengan Allah dan mengharakan kehidupan akhiratdan yang banyak mengingat Allah ” (AL Ahzab; 21). Dan bagi Anda yang non muslim Anda tidak perlu segan-segan untuk mencontoh FAST Nabi sebab hal ini tidak menjadikan Anda otomatis seorang muslim atau berubah keyakinan. Sebab dengan FAST Nabi itulah beliau diutus untuk seluruh umat manusia, baik yang beriman kepada beliau ataupun tidak. FAST Nabi adalah nilai universal yang high-end yang dapat diterima oleh siapa saja.
FAST adalah singkatan dari Fathona, Amanah, Siddiq, dan Tabligh. Fathona berarti cerdas. Cerdas dalam diri Nabi adalah cerdas secara yang luhur yaitu cerdas emosi dan spiritual yang lebih tinggi nilainya dari cerdas otak di era millenium ini. Nabi memang buta huruf atau dalam Bahasa Arabnya adalah ummi atau illetaracy dalam Bahasa Inggrisnya namun hal ini tidak berarti beliau tidak cerdas secara intellektual. Justru beliau lebih cerdas secara intellektual sebab beliau cerdas secara emosional dan spiritual.
Amanah berarti dapat diandalkan (istilah dalam Bahasa Inggrisnya adalah reliable) atau memiliki kejujuran atau memilki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas. Siddiq berarti benar atau berarti sesuai apa yang di lisan dan tindak laku atau istilah sekarang manusia yang bukan NATO (No Action Talk Only: Tiada aksi dan tindak laku hanya ngomong doang).
Tabligh berarti menyampaikan atau istilah sekarang memiliki accountability yaitu memiliki tanggung jawab publik atas apa yang ia miliki entah itu ilmu, harta, pekerjaan atau apa saja sebab ia hidup di dalam masyarakat. Nabi wajib menyampaikan suara Tuhan untuk publik (umat) dan tidak boleh sedikitpun menyembunyikan, menyelewengkan atau mengkorupsi firman Allah.
Dalam sebuah perusahaan, tabligh bisa berarti transparancy atau open management. Dengan adanya keterbukaan yang berlandaskan amanah maka ia akan menyampaikan kebenaran perusahaan. Kebenaran perusahaan adalah apa yang menjadi hak publik (karyawan) pasti disampaikan dan dipenuhi sesuai haknya. Dan tidak sedikitpun menyimpan, menyelewengkan dan atau mengkorupsi hak publik. Dengan adanya tabligh maka orang akan dapat menilai apakah ada hal yang disembunyikan, diselewengkan dan dikorupsi oleh orang yang mendapatkan amanah publik yang mana ditangannya ada hak-hak dan kewajiban publik untuk mendapatkannya.
Demikianlah arti FAST. Dan untuk memulai membangun SDM universal yang high-end marilah kita kaji FAST secara seksama mulai dari Fathona.
Kajian terkini tentang kecerdasan telah menggeser kecerdasan otak (Brain Intelengence/BI; penulis menghindari istilah IQ yang mana huruf Q adalah quotient yang sebenarnya berarti nilai secara matematis) ternyata tidaklah cukup. Bahkan kecerdasan emosi (Emotional Intelegence/EI) dan yang terakhir kecerdasan spiritual (Spiritual Intelegence/ SI). Nabi Muhammad telah lama memberi pencerahan (enlightment) kepada masyarakat Quraish yang BI-nya tinggi (dibuktikan dengan ahli di bidang sastra layaknya William Shakwspeare yang BI-nya tinggi dalam bidang sastra) namun secara EI apalagi SI sangat rendah.
Salah satu kemulian Nabi Muhammad yang cerdas dalam EI adalah ketika beliau ditagih hutang beliau oleh seorang Yahudi yang sebenarnya hutang tersebut belum jatuh tempo pelunasan hutang (secara bahasa kata ‘mulia’ juga berarti terpuji sementara nama Nabi Muhammad sendiri berarti ‘terpuji’ yang berarti siapa saja yang menjalankan nilai-nilai mulia kemanusian dia adalah orang yang “Muhammad” atau orang yang terpuji, entah ia muslim atau tidak. Contoh tokoh yang non-muslim yang banyak dipuji dunia adalah Bunda Theresa dan Mahatma Gandhi. Mereka dipuji disebabkan kemulian hati mereka terhadap manusia). Orang Yahudi tersebut mendatangi majlis Nabi yang salah satu sahabat beliau Umar bin Khattab ada di situ. Dengan nada membentak keras, orang Yahudi tersebut menagih hutang: “Muhammad, mana pelunasan hutangmu. Aku minta engkau sekarang juga lunasi hutangmu!”. Umar bin Khattab langsung marah melihat Nabi diperlakukan secara kasar namun Nabi segera menenangkan beliau. Kata Nabi:” Tenang, Umar, tenang”. Nabi dengan tetap tersenyum dan berbahasa santun lalu melunasi hutang dan tanpa disadari oleh orang Yahudi tersebut beliau melebihkan uang sedikit sebagai tanda terima kasih beliau atas dihutangi olehnya. Melihat hal ini, orang tersebut berkata: “Wahai Nabi, jika seandainya engkau membalas ucapan saya dengan kasar dan engkau memperlakukan saya dengan semena-mena atas perbuatan saya sungguh saya sangat yakin engkau adalah pembual besar yang mengaku sebagai Nabi. Tapi kini saksikanlah saya bahwa saya menyakini tiada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah Rasulnya”.
Luar biasa! Hanya dengan keramahan beliau orang tersebut menyakini kerasulan Muhammad bin Abdullah. Apa yang dicontohkan oleh beliau adalah satu dari aspek kecerdasan emosi dan spiritual. Tanpa banyak berkata sebagai bentuk dakwah, Nabi telah berhasil menarik hati orang tersebut menjadi percaya kepada beliau. Senyum, ramah, tenang dan ‘memberi lebih’ apa yang diminta telah menjadi begitu dahsyat efek yang ditimbulkan. Dan apa yang dilakukan oleh Nabi di atas: tetap senyum terhadap umat, ramah dalam berbicara, tenang menghadapi masalah dan memberi lebih ternyata telah menjadi ‘ilmu khusus’ yang diterapkan oleh beberapa perusahaan, seperti perhotelan. Penulis pernah bekerja di salah satu restoran Jepang di Hyatt Hotel Surabaya pada tahun 1990-1991 sebagai pelayan dan semua di atas tadi pernah penulis dapatkan dari salah satu supervisor penulis yang kebetulan beliau beragama non muslim. Supervisor tersebut mengatakan persis apa yang telah dipraktekkan oleh Nabi. Tentu saja apa yang penulis dapatkan dari supervisor menggunakan kata ‘pelayan restoran’ dan ‘memuaskan pelanggan’ (customer). Mungkin Anda berkata: “Ah, itukan Nabi. Mana mungkin kita manusia biasa mencontoh Nabi yang sempurna itu!”. Anda benar bahwa Nabi manusia yang sempurna secara emosional dan spiritual, tetapi Anda mungkin belum atau bahkan tidak pernah membaca sejarah hidup salah satu sahabat Nabi yang terdekat dengan beliau, Umar bin Khattab.
Umar bin Khattab, dalam satu kisah, sedang duduk di bawah pohon kurma pada saat matahari lagi terik di kota Madinah. Tiba-tiba ada seorang beragama Yahudi datang dan menegur beliau: “Hei bung, saya dari Mesir dan ingin bertemu dengan khalifah. Di mana saya dapat bertemu dengannya?” Umar bin Khattab bertanya kepadanya: “Apakah Anda pernah bertemu dengannya sebelum ini?” Orang itu menjawab: “Belum”. Umar bin Khattab bertanya lagi: “Baik, kalau boleh saya tahu ada persoalan apa hingga Anda ingin bertemu dengannya?” Orang itu menjawab dengan ketus: “Ah, ini bukan persoalan Anda. Anda ini terlalu banyak bertanya. Memangnya Anda siapa sih?” Umar bin Khattab menjawab dengan tenang dan santun: “Saya adalah Umar bin Khattab, khalifah yang Anda cari”.
Pembaca yang budiman, mengapa orang Yahudi itu tidak mengetahui tanda-tanda khalifah di diri Umar bin Khattab? Dan mengapa pula Umar bin Khattab tetap ramah menghadapinya? Itulah kecerdasan Umar bin Khattab yang tidak menggunakan jubah mewah (atau jas dan dasi dalam bahasa kita) sebagai pertanda orang besar, tidak ada pengawal disamping beliau, tidak ada kendaraan istimewa di samping beliau dan beliau hanya menggunakan jubah yang itupun bertambal. Begitu sederhana pola hidup beliau!
Mengapa demikian? Hal ini disebabkan kecerdasan beliau secara emosional dan spiritual bahwa publik (rakyatnya) masih ada yang hidup di bawah garis kemiskinan. Adalah tidak pantas bagi beliau untuk hidup “lebih” dari publiknya. Beliau ikhlas hidup seperti itu untuk memberi teladan bagi publiknya. Apabila ini diterapkan di sebuah perusahaan atau negara maka begitu indahnya hubungan antara pemimpin dan publiknya (karyawan/rakyat). Publik akan hidup sederhana sebab mereka melihat secara nyata kalau pemimpinnya hidup sederhana dan tidak memperkaya diri sendiri meski itu dengan cara yang halal. Dan Memang contoh yang baik selalu berawal dari pemimpinnya terlebih dahulu. Bagaimana pendapat Anda?

Jumat, 09 November 2007

Today's AHA EUREKA! #1: 2.700 Bahasa di Dunia

Today's AHA EUREKA! mencoba menyajikan kepada Anda hal-hal yang menarik tentang fakta-fakta yang fenomenal di segala bidang, baik umum maupun khusus. Ada banyak situs sebagai rujukan penulis, dua situs yang penting adalah www.didyouknow.org.dan www.indianchild.com. Kedua situs ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Penulis mencoba menyajikannya kepada Anda dalam bahasa Indonesia agar Anda dapat memahami sesuatu dengan baik dan cepat. Today's AHA EUREKA! tidak mencoba menjadi sebuah ensiklopedi, tetapi ingin berusaha membagi pengetahuan dengan harapan slogan AHA EUREKA!benar-benar slogan "Aha Aku telah menemukannya!". Untuk edisi perdana ini, penulis mencoba menyajikan fakta tentang bahasa di dunia. Mengapa ini dipilih oleh penulis? Karena bahasa adalah bidang yang ditekuni oleh penulis ketika masih duduk dibangku kuliah. Baikklah, selamat untuk ber- AHA EUREKA!.
2.700 Bahasa di Dunia, 365 di antaranya ada di Indonesia
Bumi dengan beragam kepulauan telah menyimpan begitu banyak ragam ras, budaya dan bahasa. Dan dari semua bahasa di dunia, ternyata bumi kita dihuni oleh sekian manusia dengan 2.700 bahasa dengan 700 dialek. Ada 1000 bahasa di benua Afrika. Dari sekian bahasa yang ada di dunia ini, bahasa yang disebut sulit untuk dipelajari oleh orang lain adalah bahasa Basque. Bahasa Basque adalah yang digunakan oleh masyarakat di negara Spanyol bagian Barat Laut dan Perancis bagian Barat.

Adapun bahasa yang paling banyak digunakan di dunia adalah bahasa Mandarin dan diikuti oleh bahasa Inggris. Tetapi sebagai bahasa penduduk setempat, bahasa Spanyol adalah bahasa kedua yang paling banyak digunakan. Seperti yang kita ketahui, negara-negara Amerika Latin seperti Argentina, menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa sehari-hari. Tetapi sebagai sebuah bangsa, kita harus bangga karena 356 bahasa (belum termasuk dialek) ada di Indonesia. Dan kita memiliki bahasa persatuan yang sudah menjadi kesepakatan yang tidak berlarut-larut. Dapat Anda bayangkan bagaimana jadinya 356 bahasa saling merasa unggul sebagai bahasa persatuan.
Semenmtara bahasa muda adalah bahasa Afrika yang digunakan di Afrika Selatan.Disebut bahasa muda karena bahasa ini baru terbentuk dan digunakan sebagai bahasa pengantar.
Bahasa Latin, sebagai salah satu bahasa tertua di dunia, hanya masih digunakan di negara Vatikan sebagai bahasa resmi. Adapun bahasa Somali hanya dipakai di negara Somalia saja.
Jika Anda menonton film The Lord of The Rings, maka akan Anda dapatkan kejeniusan dari JRR Tolkien, pengarang novel tersebut dan juga Peter Jackson, sang sutradara. Dalam film tersebut, kita disuguhi oleh bahasa yang sangat asing dari kaum elf. Apabila bahasa elf ini digunakan dalam komunikasi sehari-hari maka ia dapat menjadi bahasa baru.

Kamis, 08 November 2007

Dahsyatnya Mukjizat Al Qur'an Melalui Kacamata Linguistik



Ketika banyak sarjana Barat mengklaim Nabi Muhammad adalah pembuat Al Qur'an, sebenarnya mereka tidak menyadari bahwa tudingan tidak ilmiah ini menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Secara umum, sikap umat Islam menyikapi tudingan ini dengan marah dan membantah dengan emosi pula. Bagi penulis secara pribadi, tudingan ini diterima secara baik-baik untuk sebagai bahan peluru serangan balik. Dengan kata lain penulis seolah mengatakan kepada mereka: "Ok,bung kami terima tudingan Anda ini. Tapi bukankah Anda tahu bahwa Nabi kami Muhammad SAW adalah seorang manusia yang tidak pernah duduk di bangku sekolah manapun, apalagi kuliah, dan tidak memiliki gelar apapun. Tapi Anda yang seorang sarjana dengan seabrek ilmu pengetahuan yang banyak, mengapa Anda tidak membuat satu surat saja seperti Al Qur'an agar Anda membuktikan bahwa memang Al Qur'an itu dapat dibuat oleh Nabi kami Muhammad dengan 114 surat? Bukankah Anda semestinya lebih hebat dari Nabi kami Muhammad dari sisi ilmu pengetahuan dan titel kesarjanaan? Jika Nabi kami dapat membuat 114 surat dan sekitar 6666 ayat, sudah sepantasnya Anda HARUS DAPAT membuat satu surat pendek saja seperti surat Al Kautsar, surat ke-108?"
Beginilah sikap penulis menghadapi tudingan ngawur dari sarjana Barat tersebut. Mudah saja. Tidak perlu repot-repot untuk berdebat dengan mereka akan hal ini. Mengapa demikian? Jelas kita umat Islam sudah memiliki jaminan hebat dari Allah di surat Al Baqarah ayat 23:وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
yang artinya: "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar."
Sebagai bukti dahsyatnya Mukjizat Al Qur'an, penulis yang pernah belajar linguistik (ilmu yang mempelajari secara khusus tentang bahasa dan kebahasaan)akan menyajikan kepada Anda bahwa Al Qur'an tidak pernah dan tidak akan mungkin dibuat oleh manusia siapapun dia.
Kita telah mengetahui bahwa dalam Al Qur'an semut dan lebah menjadi dua nama surat dan juga dua binatang yang sangat fenomenal dalam ilmu pengetahuan, khususnya bidang biologi.
Dalam istilah sehari-hari, tanpa sadar kita selalu mengatakan dalam kerajaan semut dan lebah ada ratu yang memerintah semua aktifitas mereka. Kita tidak pernah mendengar istilah raja semut atau raja lebah. Yang ada adalah ratu semut dan ratu lebah. Jika istilah ini disodorkan oleh kita di zaman setelah era Charles Darwin maka istilah ini adalah hal biasa. Hal ini disebabkan kita hidup dalam era ilmu biolgi yang sudah sangat maju. Tetapi jika istilah ini ada di zaman abad ke-6, di zaman Rasulullah, maka adalah hal yang luar biasa. Dan perlu kita ingat bersama, Nabi tidak pernah belajar apapun, apalagi penelitian secara khusus tentang semut dan lebah!
Baiklah, mari kita bahas satu persatu dahsyatnya Al Qur'an akan hal ini melalui kacamata linguistik. Untuk pertama kali, marilah kita bahas tentang lebah.
Lebah, seperti yang kita ketahui bersama, merupakan makhluk yang memilki susuanan sosial yang sempurna. Setiap lebah telah memiliki tugas masing-masing dan tidak pernah bertukar pekerjaan. Dan susunan sosial mereka ini dipimpin oleh satu ekor lebah betina yang "tugasnya" hanya bertelur dan bertelur saja. Dan ia menjadi ratu lebah secara aklamasi dalam susunan sosial ini. Hal ini disebabkan sebelum ia bertelur, lebah ini telah 'dibuahi' oleh lebah jantan. Lalu lebah jantan tidak lama setelah "membuahi" betina mati. Dan lebah betina mencari sarang untuk bertelur serta memulai "dinasti" sosialnya. Selanjutnya dalam sarang lebah tersebut hanya jenis betina saja yang boleh menetap dan hidup dalam susunan sosial yang sudah tersusun secara sempurna. Seperti disebutkan dalam Al Qur'an surat An Nahl ayat 68-69:
وَأَوْحَى رَبُّكِ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ {68} ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلَلاً يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dari ayat di atas coba Anda perhatikan kata-kata berikut ini:رَبُّكِ, اتَّخِذِي,كُلِي,فَاسْلُكِي, بُطُونِهَا, baik itu di ayat ke-68 maupun ke-69. Jika Anda belajar sedikit tentang bahasa Arab, maka Anda dapatkan bahwa dalam bahasa Arab ada penggunaan bahasa berdasarkan gender, male dan female, atau dalam bahasa Arab istilahnya mudzakar dan mu'annats. Dan cuplikan semua kata di atas tadi adalah untuk kategori female / mu'annats. Dengan kata lain kalam Allah kepada lebah sangat jelas dengan fakta ilmiah pada hari ini bahwa lebah dalam koloninya hanya berjenis betina / female / mu'annats.
Apakah ini hanya sebuah kebetulan ilmiah saja?
Mari kita periksa sekali lagi tentang semut. Seperti halnya lebah, semut dalam koloninya hanya berjenis betina saja. Dan mereka juga memiliki susunan sosial yang sama hebatnya dengan lebah. Dan satu koloni semut hanya dipimpin oleh satu semut betina yang menjadi ratu mereka. Yaitu ratu yang "tugasnya" hanya bertelur dan bertelur.
Sekarang coba Anda perhatikan ayat berikut ini dalam surat An Naml ayat ke-18 dan ke19 tentang semut yang bertemu dengan pasukannya Nabi Sulaiman:
حَتَّى إِذَآ أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَآأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لاَيَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لاَيَشْعُرُونَ {18} فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ {19}
Sekarang perhatikan kata-kata berikut ini: قَالَتْ نَمْلَةٌ, قَوْلِهَا
Sekali lagi, jika Anda belajar bahasa Arab, maka akan Anda dapatkan kalau kata-kata tersebut digunakan untuk kategori betina / female/ mu'annats. Dan ini sangat sesuai dengan fakta ilmiah yang ada sekarang.
Terlalu berlebihan bila ini hanya kebetulan. Dan juga terlalu ngawur jika mengatakan Al Qur'an dibuat oleh Nabi Muhammad dengan kesesuain antara linguistik dan fakta ilmiah biologi. Rupanya cukup bagi kita umat Islam mengatakan:
رَبَّنَا مَاخَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (Ali Imran 191)
"Ya (Allah) Rabb kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 07 November 2007

komunikasi Efektif

Apa itu komunikasi efektif?
Komunikasi efektif adalah tersampaikannya gagasan, pesan dan perasaan dengan cara yang baik dalam kontak sosial yang baik pula.

Ada lima prinsip dalam berkomunikasi yang efektif. Dan lima prinsip ini disingkat dengan REACH. Sesuai dengan singkatannya, komunikasi efektif dimaksudkan agar tersampaikannya atau teraihnya pesan atau isi dari komunikasi itu. Kelima prinsip dari REACH itu adalah: Respect, Empathy, Audible, Care, dan Humble.

Reach berarti rasa hormat dan saling menghargai orang lain. Pada prinsipnya, manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, maka lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi. Selanjutnya, hal ini akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.
Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Audible bermakna antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Dalam komunikasi personal, hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Care berarti perhatian akan apa yang disampaikan oleh pembicara sehingga membuat pembicara merasa diperhatikan . Care berarti juga menyimak secara seksama apa isi pembicaraan dari lawan bicara.

Humble berarti rendah hati. Prinsip kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan prinsip pertama. Untuk membangun rasa menghargai orang lain biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki.

Demikianlah lima prinsip dalam berkomunikasi yang efektif. Setelah Anda mengetahui hal ini, ada hal yang perlu Anda ketahui dalam bagaimana menjadi pendengar yang baik. Menurut Imam Ghazali, untuk menjadi pembicara yang baik haruslah menjadi pendengar yang baik. dan dalam berkomunikasi yang efektif, menjadi pendenagr yang baik itu ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan kita harus mengenal lebih dalam suasana hati sang pembicara. Dan dalam berkomunikasi yang efektif ini Anda harus mengetahui ragam menjadi pendengar. Ada lima ragam pendengar, yaitu:

•1. Menasehati dan Mengevaluasi
•2. Menganalisis dan Menginterpretasi
•3. Memperkuat dan Mendukung
•4. Bertanya dan Probing
•5. Mengerti dan Paraphasing



Selanjutnya mari kita kupas satu persatu ragam pendengar di atas.
1. Menasehati dan Mengevaluasi
Gaya yang paling rendah kontribusinya dalam efektifitas komunikasi.
#Mengindikasikan pendengar superior dan membuat pembicara inferior.
#Gaya ini tepat apabila pembicara memang meminta nasehat atau evaluasi / kritik.

2. Menganalisis dan Menginterpretasi
#Gaya pendengar sebagai “guru” atau “ingin menjadi guru”. Ini mengimplikasikan pendengar lebih tahu dari permasalahan pembicara.
#Gaya ini tepat apabila pembicara tidak dapat menentukan atau memutuskan perasaannya atau memang pembicara datang dan minta interpretasi dari pendengar.

3. Memperkuat dan Mendukung
#Gaya simpatik. Pendengar ingin menyakinkan sebagai pendengar untuk membantu menurunkan intensitas perasaan yang dialami pembicara.
#Gaya ini tepat apabila pembicara mengindikasikan kebutuhan dukungan atau memang pembicara minta pertolongan untuk merubah sikap.

4. Bertanya dan Probing
#Gaya menanyakan pertanyaan klarifikasi
#Probing artinya pertanyaan menggiring.
#Gaya yang tepat untuk menunjukkan bahwa pendengar benar-benar mengerti apa yang dikatakan atau dimaksudkan oleh pembicara.

5. Mengerti dan Paraphasing
#Gaya yang paling sulit karena merupakan ungkapan dari keinginan pendengar bahwa ia benar-benar memahami apa isi perasaan dan pikiran pembicara.
#Gaya bicara yang membantu pembicara untuk memperjelas apa yang dimaksud oleh pembicara.

Demikianlah ragam pendengar dari sebuah komunikasi. Dan dalam komunikasi banyak hal yang terlibat di dalamnya. Salah satu faktor penting akan hal ini adalah karakter Anda sendiri.

Di Jepang, sebuah perusahaan sangat memperhatikan cara Anda berkomunikasi. Tetapi ini tidak hanya sampai di sini saja. Artinya, cara komunikasi Anda sangat ditentukan oleh golongan darah Anda. Karena semua bentuk emosi berasal dari aliran darah. Dan golongan darah Anda sangat menentukan kaakter Anda, dan berlanjut pada cara Anda berkomunikasi. Demikianlah apa yang ditesiskan Furukawa Takeji pada tahun 1927 melalui tesisnya “The Study of Temperament through Blood Type” yang diluncurkan di Ochanomizu Women's University.
Anda boleh percaya atau tidak. Tetapi jika Anda akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang, maka golongna darah Anda akan ditanya dalam sebuah form aplikasi melamar kerja. Dengan mengetahui golongan darah Anda, maka perusahaan tersebut dapat menempatkan Anda pada pos kerja yang sesuai dengan karakter Anda. Berikut karakter golongan darah manusia beserta karakter dan cara berkomunikasinya.

Karakter Golongan Darah A
#Berkarakter kuat dan bisa tenang dalam situasi rumit.
#Menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak.
#Biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri.
#Mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain.
#Sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri.
#Sering mengukir sukses dan sangat perfeksionis.
#Kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.

Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah A

#Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara.
#Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
#Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
#Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan seksama ketika mereka menjelaskan.
#Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui misalnya dalam hal kepintaran dan pengalaman.
#Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.

Karakter Golongan Darah B
#Praktis
#Egois
#Optimis
#Bebas berpikir
#Individual

Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah B
#Berbicaralah dengan runtun, jangan melompat-lompat karena mereka kurang menyukai hal-hal yang tidak teratur.
#Jangan memulai pembicaraan tanpa mengakhirinya.
#Gunakan data-data akurat, bukan rekaan.
#Jika mengajak kerjasama, pastikan bahwa mereka bersedia.
#Berbicaralah kepada otaknya bukan hatinya. Gunakan lebih banyak fakta rasional daripada sosial.


Karakter Golongan Darah AB
#Unik
#Dua kepribadian, satu sisi pemalu satu sisi lagi sangat terbuka
#Dapat bertanggung jawab, tapi tidak dapat bertanggung jawab jika banyak kewajiban
#Suka seni dan metafisik
#Sensitif dan penuh perhatian
#Susah mengambil keputusan
#Mudah bosan
#Egois, menentukan syarat sendiri dan menggugurkan kewajiban jika tidak sesuai keinginan


Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah AB
#Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
#Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
#Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
#Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
#Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
#Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak.


Karakter Golongan Darah O
#Outgoing (ramah)
#Sangat sosial
#Fleksibel
#Jujur
#Menghargai pendapat orang lain
#Menjadi pusat perhatian
#Percaya diri tinggi
#Initiators, but they always don’t finish what they start.


Cara Berkomunikasi dengan Golongan Darah O
#Berbicaralah dengan semangat dan penuh vitalitas. Karena mereka kurang menyukai orang-orang yang terkesan lemah, letih, lesu, lemas, letoy, dan loyo yang dianggap tidak dapat mengikuti ritme mereka yang penuh dengan energi.
#Jangan gunakan kata-kata negatif dan pesimis karena kelompok kata itu tidak terdapat dalam kamus mereka yang penuh dengan semangat positif dan optimis.
#Ketika mengikat sebuah kontrak, pastikan dengan tegas bahwa mereka komit dengan apa yang telah disepakati dan dapat bertanggung jawab atas penyelesaiannya.
#Berkatalah dengan jujur karena mereka juga demikian adanya. Sekali kebohongan terdeteksi, mereka tidak akan percaya lagi pada lain kesempatan.
#Tunjukkan bahasa tubuh yang penuh keceriaan dan semangat.

Demikianlah empat golongan darah dan karakter serta cara berkounikasi dengan setiap golongan darah. Sekali lagi, ini adalah tesis dari Furukawa Takeji, dan boleh jadi tidak sesuai dengan karakter Anda yang Anda temui secara pribadi dalam diri Anda. Percaya atau tidak, bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah apakah kita semua telah menjadi pendengar yang baik dan mampu mencapai cara berkomunikasi yang efektif. Semoga ini semua bermanfaat bagi Anda.